Revisi indeks LQ45 2026: BREN, DSSA, NCKL Dikeluarkan, CUAN & 4 Saham Baru Masuk Daftar
Berita Pilihan 25 April 2026 – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi tahunan indeks utama pada akhir April 2026. Perubahan paling signifikan terjadi pada indeks LQ45, yang akan berlaku mulai 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026. Evaluasi ini bertujuan menyesuaikan komposisi indeks dengan likuiditas, kapitalisasi pasar, dan kinerja saham selama periode sebelumnya.
Dalam rangkaian perubahan, lima saham keluar dari konstituen LQ45, sementara lima lainnya masuk menggantikan posisi yang ditinggalkan. Daftar lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
- Saham yang dikeluarkan: PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSAA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
- Saham yang dimasukkan: PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Keluar‑nya BREN, DSAA, dan NCKL menandai langkah penting bagi para investor yang memegang posisi di perusahaan energi terbarukan, properti, serta jasa keuangan. Sementara itu, masuknya CUAN, DEWA, ESSA, HRTA, dan WIFI menambah eksposur pada sektor teknologi digital, infrastruktur, serta industri manufaktur yang diproyeksikan akan tumbuh kuat di tengah pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.
Selain LQ45, BEI juga melakukan penyesuaian pada indeks IDX30 dan IDX80. Meskipun rincian lengkap belum dipublikasikan secara luas, perubahan pada kedua indeks ini diharapkan mencerminkan pergeseran likuiditas dan kapitalisasi pasar pada saham-saham berkapitalisasi menengah hingga besar. Investor disarankan memantau kembali portofolio mereka, terutama yang mengacu pada replikasi indeks melalui produk fund atau ETF.
Berikut ringkasan komposisi LQ45 setelah revisi:
| No | Kode | Nama Perusahaan |
|---|---|---|
| 1 | AADI | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk |
| 2 | ADMR | PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk |
| 3 | ADRO | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk |
| 4 | AKRA | PT AKR Corporindo Tbk |
| 5 | AMMN | PT Amman Mineral Internasional Tbk |
| 6 | AMRT | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk |
| 7 | ANTM | PT Aneka Tambang Tbk |
| 8 | ASII | PT Astra International Tbk |
| 9 | BBCA | PT Bank Central Asia Tbk |
| 10 | BBNI | PT Bank Negara Indonesia Tbk |
| 11 | BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk |
| 12 | BBTN | PT Bank Tabungan Negara Tbk |
| 13 | BMRI | PT Bank Mandiri Tbk |
| 14 | BRPT | PT Barito Pacific Tbk |
Penambahan saham baru seperti CUAN (pembiayaan digital), DEWA (energi terbarukan), ESSA (industri kimia), HRTA (logistik), dan WIFI (teknologi informasi) diharapkan meningkatkan diversifikasi sektor dalam LQ45. Hal ini memberikan peluang bagi investor yang mengutamakan eksposur pada perusahaan dengan pertumbuhan laba yang konsisten dan prospek jangka panjang.
Para analis pasar menilai bahwa pergeseran ini mencerminkan tren makroekonomi Indonesia yang semakin mengedepankan digitalisasi, infrastruktur, serta energi bersih. Sementara saham yang keluar, terutama BREN yang bergerak di energi terbarukan, mungkin akan mengalami penurunan likuiditas jangka pendek, namun tetap memiliki potensi jangka panjang tergantung pada kebijakan pemerintah terkait energi hijau.
Investor disarankan untuk meninjau kembali alokasi aset, memperhatikan faktor fundamental masing‑masing saham, serta mempertimbangkan penggunaan produk indeks sebagai alat diversifikasi. Dengan perubahan yang akan berlaku hingga pertengahan 2026, strategi investasi yang adaptif dapat membantu memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko volatilitas pasar.
Secara keseluruhan, revisi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia yang terus berkembang. Pemantauan berkala terhadap komposisi indeks serta analisis fundamental tetap menjadi kunci utama bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.