Final Proliga 2026: Gresik Phonska & LavAni Bertekad Pecah Rekor Buruk, Lodi Gusar!
Berita Pilihan 25 April 2026 – Grand final Proliga 2026 berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, menampilkan dua kisah dramatis yang menarik perhatian pecinta voli tanah air. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia bertekad memutus rekor buruk yang selama enam kali final belum pernah meraih gelar juara. Sementara itu, pelatih asing Alessandro Lodi mengkritik jadwal padat yang dianggapnya tidak mendukung performa optimal pemain.
Gresik Phonska, yang telah mencatat enam penampilan final tanpa sekali mengangkat trofi, menatap kesempatan emas untuk mengubah sejarah. Tim yang dipimpin oleh pelatih Italia, Alessandro Lodi, menyiapkan skuad yang dipadukan antara pemain muda berbakat dan dua pemain asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko. Lodi menegaskan, “Kami membutuhkan kondisi fisik yang sangat baik untuk menjuarai grand final, meskipun harus bermain tiga hari berturut‑turut bukanlah ide yang bagus.” Kritik tersebut muncul setelah jadwal best‑of‑three menuntut tim bertarung pada 24, 25, dan 26 April tanpa jeda istirahat yang memadai.
Di sisi lain, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, yang berkompetisi di divisi putra, juga berjuang mengatasi rekor buruk. Selama dua musim terakhir, tim yang dipimpin asisten pelatih Erwin Rusni selalu mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi pada babak reguler, namun selalu kehabisan tenaga pada final. “Kami tidak mau lagi kalah dua kali di final terakhir. Insya Allah, pengalaman sebelumnya akan membantu kami tampil maksimal,” ujar Erwin setelah sesi latihan menjelang pertandingan.
Format best‑of‑three menambah intensitas kompetisi. Tim harus meraih dua kemenangan dari tiga leg yang dijadwalkan secara berurutan. Kondisi cuaca panas di Yogyakarta menambah beban fisik, terutama bagi pemain yang harus beralih antara set pertama hingga keempat dalam waktu singkat. Lodi menilai, “Bermain tiga hari berturut‑turut dapat menurunkan kualitas servis dan blok, terutama bila tim tidak memiliki rotasi pemain yang cukup.”
Leg pertama pada Jumat, 24 April, memperlihatkan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) mengalahkan Gresik Phonska dengan skor 3‑1 (19‑25, 25‑19, 25‑19, 25‑21). Bintang luar negeri Irina Voronkova mencetak 36 poin, menjadi pilar kemenangan JPE. Selain Voronkova, Megawati Hangestri Pertiwi dan Wilma Salas memberikan kontribusi penting dalam serangan serta blok. Pelatih Bulent Karslıoglu mengakui tantangan cuaca, namun menegaskan strategi tim tetap solid. Sementara Lodi mengakui kekalahan, ia menambahkan, “Kami akan memperbaiki performa pada leg berikutnya dan berharap jadwal dapat lebih manusiawi.”
Kemenangan JPE menambah tekanan pada Gresik Phonska yang harus bangkit pada leg kedua. Jika LavAni berhasil menumpas Jakarta Bhayangkara Presisi di final putra, mereka akan mencuri momentum psikologis menjelang pertandingan penentu. Namun, kedua tim harus mengelola kelelahan, mengoptimalkan rotasi, dan memanfaatkan pemain asing yang berperan sebagai penentu poin.
Dari segi taktik, kehadiran pemain asing seperti Voronkova, Mitchem, dan Bytsenko menjadi faktor penentu. Serangan keras dan kemampuan mengendalikan service memberi keunggulan dalam set‑kritikal. Gresik Phonska perlu meningkatkan efektivitas blok pada set keempat, sementara LavAni harus mengurangi kesalahan servis yang menjadi penyebab kebobolan poin pada fase akhir pertandingan.
Dengan sisa satu atau dua leg yang masih harus dimainkan, Final Proliga 2026 menjanjikan pertarungan sengit antara ambisi menghapus rekor buruk dan tekanan untuk mempertahankan gelar. Semua mata kini tertuju pada kemampuan tim untuk menyesuaikan strategi, mengatasi kelelahan, dan menyalurkan semangat juara dalam tiga hari kompetisi yang menegangkan.