Berita Pilihan

Komcad Indonesia Siapkan 35.476 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan, Sementara Kontroversi Penempatan dalam Demonstrasi Meningkat

admin ·
Komcad Indonesia Siapkan 35.476 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan, Sementara Kontroversi Penempatan dalam Demonstrasi Meningkat

Berita Pilihan 16 Juni 2026 – JawaPos.com melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menggelar latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi 35.476 calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini menandai langkah besar dalam penguatan Komponen Cadangan (Komcad) yang selama ini menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan negara.

Menurut Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, pelatihan akan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (satdik) tersebar di seluruh Indonesia. Durasi latsarmil ditetapkan selama 30 hari, diikuti dengan pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait. “Aspek kedisiplinan dan bela negara menjadi fokus utama selama 30 hari pertama, kemudian kami menambahkan modul manajemen untuk mempersiapkan mereka menjadi pengelola koperasi dan kampung nelayan yang profesional,” ujar Rico dalam konferensi pers.

Baca juga:

Rincian peserta terbagi menjadi sekitar 30.000 calon pengelola Kopdes Merah Putih (KDKMP) dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Setelah menyelesaikan latsarmil, mereka akan resmi ditetapkan sebagai bagian dari Komcad, memperluas jaringan cadangan militer yang tidak hanya berfungsi dalam kondisi perang, tetapi juga dalam penanggulangan bencana dan tugas-tugas khusus lainnya.

Sementara itu, kontroversi muncul terkait penggunaan Komcad dalam situasi keamanan dalam negeri. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, menilai pengerahan Komcad untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta tidak tepat. “Komcad memiliki fungsi khusus, tidak untuk penegakan keamanan pada situasi damai. Penggunaannya harus berdasarkan perintah Presiden dan dalam kondisi perang atau bencana besar,” tegasnya pada hari Jumat, 14 Juni 2026.

Kemhan menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada penempatan Komcad ASN untuk mengawal demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada 12 Juni 2026. Brigjen Rico menambahkan bahwa apel siaga yang terjadi pada hari Jumat merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin pasca latsarmil, bukan respons terhadap aksi demo.

Baca juga:

Di sisi lain, Kemenko Polkam mengingatkan bahwa skor kemampuan militer Indonesia dalam Asia Power Index (API) masih di bawah target RPJMN 2025‑2029. Kresno Pratowo, Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, menekankan pentingnya modernisasi alutsista, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan industri pertahanan domestik untuk meningkatkan indeks tersebut. Program Komcad diharapkan menjadi salah satu pilar dalam memperkuat sumber daya manusia pertahanan.

Rencana pembangunan dua batalyon khusus Komcad di setiap kabupaten juga sedang digencarkan. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengumumkan pada 5 Juni 2026 bahwa masing‑masing kabupaten akan memiliki dua batalyon khusus yang berfokus pada pelatihan dan kesiapan cadangan. Langkah ini selaras dengan upaya memperluas jaringan pertahanan di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut adalah rangkuman data utama terkait program Komcad:

Baca juga:
  • Jumlah total peserta: 35.476 orang
  • Calon pengelola Kopdes: ~30.000 orang
  • Calon pengelola Kampung Nelayan: 5.476 orang
  • Durasi latsarmil: 30 hari
  • Durasi pelatihan manajerial: 15 hari
  • Satuan pendidikan tempat pelatihan: 67 satdik di seluruh Indonesia

Penguatan Komcad tidak lepas dari tantangan regulasi dan persepsi publik. Undang‑Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara mengatur bahwa Komcad dapat diaktifkan dalam kondisi perang, bencana alam besar, atau situasi khusus lainnya, dan harus dikeluarkan perintah Presiden. Oleh karena itu, penempatan Komcad dalam aksi demonstrasi tetap menjadi isu sensitif yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Secara keseluruhan, program pelatihan Komcad bagi calon manajer Kopdes dan Kampung Nelayan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas basis pertahanan nasional. Di samping itu, diskusi publik mengenai peran Komcad dalam keamanan dalam negeri menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat tentang fungsi dan batasan komponen cadangan. Dengan sinergi antara kementerian, TNI, dan lembaga terkait, diharapkan Komcad dapat berkontribusi secara optimal baik dalam kondisi damai maupun saat menghadapi ancaman eksternal.