Ratusan Calon Komcad ASN Digembleng di Brigif 1 Marinir: Menhan Tekankan Pengabdian Terbaik
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Jakarta, 1 Mei 2026 – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin inspeksi langsung di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, saat ratusan calon Komcad ASN digembleng dalam program pelatihan dasar militer selama 45 hari. Kegiatan ini menandai fase penting dalam upaya pemerintah memperkuat karakter kebangsaan, disiplin, dan semangat bela negara di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Menhan menegaskan bahwa pendidikan Komcad ASN bukan dimaksudkan untuk menanamkan militerisme, melainkan untuk membentuk ASN yang berintegritas dan siap mengabdi dengan profesionalitas tinggi.
Sejumlah 1.773 ASN dari 16 kementerian mengikuti rangkaian latihan, termasuk 280 peserta yang berada di Brigif 1 Marinir pada hari inspeksi. Kementerian yang terlibat meliputi Sekretariat Negara, Perhubungan, Transmigrasi, Koperasi, Pariwisata, Kehutanan, serta sejumlah kementerian lainnya. Berikut daftar kementerian yang berpartisipasi:
- Kementerian Sekretariat Negara
- Kementerian Perhubungan
- Kementerian Transmigrasi
- Kementerian Koperasi
- Kementerian Pariwisata
- Kementerian Kehutanan
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Selama pelatihan, peserta menjalani simulasi baris‑berbaris, penanganan huru‑hara, serta latihan fisik yang menuntut ketahanan mental dan kebersamaan. Menhan menilai bahwa keragaman latar belakang kementerian mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menjadi sumber kekuatan dalam membangun solidaritas antar‑ASN.
“ASN harus memiliki nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme,” ujar Sjafrie dalam sambutan singkatnya. Ia menambahkan bahwa program Komcad ASN dirancang untuk memperkuat komponen utama pertahanan negara, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI), melalui pembentukan karakter ASN yang memiliki semangat bela negara. Menurutnya, nilai‑nilai tersebut memerlukan proses, komitmen, dan kesungguhan dari setiap peserta.
Menhan juga menekankan pentingnya integritas ASN setelah kembali ke instansi masing‑masing. “Seluruh fasilitas, termasuk pelatihan, bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, ASN dituntut memberikan pengabdian terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan pemerintah bahwa hasil pelatihan akan tercermin dalam peningkatan kinerja pelayanan publik.
Target pemerintah untuk tahun 2026 adalah melibatkan 4.000 ASN dalam program Komcad ASN. Meskipun gelombang pertama baru mencakup 1.773 peserta, respons positif dari peserta dan pejabat kementerian menunjukkan potensi keberlanjutan program. Upacara pembukaan resmi telah digelar di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan kehadiran Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema.
Secara keseluruhan, proses penggemblengan di Brigif 1 Marinir menandai langkah strategis pemerintah dalam menumbuhkan budaya disiplin dan kepedulian sosial di kalangan ASN. Diharapkan, setelah menyelesaikan program, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang meningkatkan kualitas birokrasi dan memperkuat pertahanan negara secara holistik.