Drama Grup Maut di ASEAN Club Championship 2026/27: Borneo FC dan Persib Bandung Siap Guncang Asia Tenggara
Berita Pilihan 08 Juni 2026 – Turnamen bergengsi ASEAN Club Championship 2026/27 kembali menjadi sorotan utama sepak bola Asia Tenggara. Kompetisi yang diselenggarakan dengan sponsor Shopee Cup ini mempertemukan klub-klub terbaik dari enam negara anggota ASEAN, sekaligus menjadi ajang pembuktian kualitas tim di tingkat regional.
Di antara klub yang harus menaklukkan tantangan grup maut, Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung menjadi dua nama yang paling banyak dibicarakan. Kedua tim tidak hanya harus bersaing melawan lawan-lawan berpengalaman, tetapi juga harus mengatasi ekspektasi tinggi dari para pendukung dan media.
Grup A Borneo FC: Menghadapi Raksasa Regional
Setelah proses undian resmi, Borneo FC ditempatkan di Grup A bersama Buriram United (Thailand) sebagai juara bertahan, Ratchaburi FC (Thailand), Kuching City FC (Malaysia), Tampines Rovers FC (Singapura), juara Piala Vietnam, serta tim pemenang play‑off antara Kasuka FC dan Manila Digger FC. Kombinasi klub‑klub ini membuat grup tersebut disebut sebagai “grup neraka” oleh banyak pengamat.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menegaskan bahwa pengalaman pada edisi sebelumnya menjadi modal penting. “Kami sudah pernah menginjakkan kaki di ajang ini, jadi kami tahu tingkat persaingan yang akan dihadapi. Sekarang kami fokus pada persiapan taktis dan fisik agar dapat bersaing dengan tim‑tim kuat seperti Buriram United,” ujarnya dalam konferensi pers di Samarinda.
Selain aspek teknis, Dauri menekankan pentingnya mentalitas juara. “ASEAN Club Championship bukan sekadar mencari trofi, melainkan proses belajar. Setiap pertandingan akan menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas tim ke depan,” tambahnya.
Grup B Persib Bandung: Reuni Permusuhan dengan Lion City Sailors dan Port FC
Di sisi lain, Persib Bandung masuk ke Grup B bersama Johor Darul Ta’zim (Malaysia), Cong An Ha Noi (Vietnam), Port FC (Thailand), Lion City Sailors (Singapura), dan PKR Svay Rieng (Kamboja). Grup ini menampilkan kombinasi klub yang semuanya merupakan juara domestik masing‑masing, menjadikannya panggung kompetisi yang sangat ketat.
Persib sebelumnya telah berhadapan dengan Lion City Sailors dalam AFC Champions League Two (ACL 2) 2024/25, menghasilkan catatan imbang 1‑1 di Bandung dan kemenangan 3‑2 di Singapura. Namun, pada pertemuan berikutnya, Lion City Sailors membalas dengan hasil serupa, menunjukkan rivalitas yang seimbang dan tak terduga.
Manajer Persib menilai bahwa pertemuan kembali dengan Lion City Sailors dan Port FC menjadi “reuni permusuhan” yang menambah bumbu kompetisi. “Kami menghormati kualitas lawan, namun kami juga percaya bahwa semangat Maung Bandung dapat menantang mereka,” katanya.
Kualitas Pemain Muda Indonesia dan Dampak Internasional
Sementara klub‑klub senior bersaing di ASEAN Club Championship, sorotan juga tertuju pada generasi muda Indonesia. Mitsuru Hamada, Presiden Amazing Sports Lab Japan, menyatakan kekagumannya terhadap kualitas pemain muda Indonesia setelah menyaksikan Agung Podomoro Land Cup, yang sekaligus menjadi babak kualifikasi U‑12 Junior Soccer World Challenge Asia Tenggara.
Hamada menilai bahwa tendangan kuat dan kecepatan lari pemain U‑12 Indonesia menunjukkan potensi besar untuk bersaing di kancah internasional, bahkan melawan akademi‑akademi Eropa yang akan berpartisipasi di Jepang. Pengakuan tersebut menjadi motivasi penting bagi pembinaan sepak bola usia dini di Tanah Air.
Atmosfer penonton di Stadion Soemantri Brodjonegoro yang penuh semangat juga mendapat pujian. Hamada membandingkan antusiasme suporter Indonesia dengan penonton di Jepang yang lebih tenang, menegaskan bahwa dukungan publik dapat menjadi faktor penentu dalam perkembangan pemain muda.
Implikasi bagi Sepak Bola Indonesia
Kehadiran Borneo FC dan Persib Bandung di ASEAN Club Championship 2026/27 sekaligus pengakuan internasional terhadap pemain muda Indonesia menandakan era baru bagi sepak bola Tanah Air. Kompetisi regional ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga platform untuk mengukur standar, memperluas jaringan, dan menarik investasi asing dalam pengembangan bakat.
Jika Borneo FC mampu mengatasi grup maut, dan Persib Bandung melanjutkan tradisi performa kuat melawan klub‑klub Asia Tenggara, maka citra sepak bola Indonesia akan semakin kuat di mata dunia. Selain itu, prestasi pemain muda di turnamen U‑12 dapat membuka peluang beasiswa dan program pertukaran dengan akademi‑akademi luar negeri.
Dengan kombinasi persiapan matang, dukungan suporter, dan semangat kompetitif, harapan besar menanti kedua klub dalam menaklukkan ASEAN Club Championship 2026/27.
Kesimpulannya, tantangan grup maut di ASEAN Club Championship menjadi ujian nyata bagi Borneo FC dan Persib Bandung. Keberhasilan mereka tidak hanya akan menambah koleksi trofi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan sepak bola regional yang patut diperhitungkan.