Drama Penalti Long Lap Turunkan Veda Ega Pratama ke Posisi Keenam di Klasemen Moto3 Hungaria 2026
Berita Pilihan 08 Juni 2026 – Balapan Moto3 Hungaria 2026 yang digelar di Sirkuit Balaton Park pada Minggu, 7 Juni 2026, menjadi saksi pahit bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Setelah menempati posisi ketiga pada klasemen sementara berkat keuntungan dari diskualifikasi Brian Uriarte dan Adrian Fernandez, Veda terpaksa menelan hukuman long lap penalty (LLP) yang menurunkan performanya secara signifikan.
Pada sesi kualifikasi hari Sabtu, Veda menunjukkan kecepatan menjanjikan dengan menjadi pembalap tercepat kedua pada sesi practice. Namun, keputusan FIM Stewards menyatakan bahwa Veda menghalangi laju rider asal Afrika Selatan, Ruche Moodley, pada Q2. Sebagai konsekuensi, rider Indonesia ini dikenai LLP yang memaksa ia menghabiskan satu lap ekstra di pit sebelum kembali ke lintasan, mengakibatkan posisi grid turun menjadi kesembilan.
Start dari posisi sembilan, Veda langsung melancarkan serangan. Pada lap pertama, ia berhasil melaju ke posisi keenam, menandakan potensi untuk kembali ke podium. Namun, LLP yang baru saja dijalankan membuat mesin dan ritme balapannya terganggu. Pada lap ketiga, Veda kembali menerima notifikasi penalti yang menegaskan bahwa ia harus menempuh satu lap tambahan lagi, sehingga posisi di lintasan berfluktuasi antara sepuluh, tujuh belas, hingga sembilan belas.
Situasi menjadi semakin menantang ketika di lap ke-20, kecelakaan beruntun melibatkan pembalap terdepan seperti David Munoz, Valentin Perrone, dan Brian Uriarte memicu bendera merah. Meskipun Veda sempat melintasi garis finish di posisi kelima belas, keputusan Race Direction menetapkan hasil akhir berdasarkan posisi pada akhir lap 19, sehingga Veda resmi finis di posisi keenam belas tanpa memperoleh poin.
Klasemen sementara Moto3 2026 pun mengalami pergeseran. Sebelumnya, Veda berada di urutan ketiga dengan 71 poin, namun setelah tidak mengumpulkan poin di Hungaria, ia turun ke posisi keenam dengan total poin yang sama. Puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles dengan 170 poin, sementara Veda harus bersaing dengan rival-rivalnya untuk mengembalikan posisi.
- Faktor penalti: LLP yang dijatuhkan karena dianggap menghalangi rider lain pada sesi kualifikasi.
- Pengaruh sirkuit: Balaton Park dikenal dengan layout sempit dan peluang menyalip yang terbatas, memperparah dampak penalti.
- Kondisi cuaca: Suhu tinggi pada hari balapan menambah kesulitan dalam menjaga performa mesin.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyampaikan bahwa situasi ini bukan hasil yang diharapkan. “Veda memulai dari posisi kesembilan, tetapi harus menjalani long lap penalty. Di sirkuit seperti Balaton Park, kehilangan posisi berarti peluang menyalip sangat terbatas,” ujarnya dalam konferensi pers pasca balapan. Aoyama menekankan pentingnya belajar dari pengalaman ini dan menyiapkan strategi yang lebih matang untuk putaran berikutnya.
Selain Veda, beberapa pembalap lain juga mengalami nasib sial. Brian Uriarte kehilangan hasilnya di Moto3 Catalunya 2026 karena penggunaan oli yang tidak sesuai, sementara Adrian Fernandez melihat enam balapan dibatalkan akibat pelanggaran teknis pada mesin. Kedua insiden tersebut secara tidak langsung memberikan keuntungan sementara bagi Veda sebelum penalti menimpa.
Ke depan, tim Honda Team Asia bertekad memperbaiki persiapan teknis dan mental rider. Fokus utama adalah mengoptimalkan set-up motor untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik Balaton Park serta menghindari pelanggaran yang dapat memicu penalti serupa. Veda, yang kini berusia 17 tahun, tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski harus melewati fase sulit ini.
Dengan sisa kalender Moto3 2026 yang masih panjang, peluang bagi Veda Ega Pratama untuk kembali ke posisi teratas masih terbuka. Namun, ia harus mengatasi tantangan teknis, mengelola tekanan mental, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengumpulkan poin demi menutup musim dengan hasil yang memuaskan.