Institut Teknologi Bandung Guncang Dunia Riset dan Basket: Inovasi Food Waste serta Kemenangan ITHB di LIMA
Berita Pilihan 01 Juni 2026 – Institut Teknologi Bandung kembali menjadi sorotan nasional setelah dua prestasi bergengsi menonjolkan peran kampus-kampus di kota kreatif ini. Di satu sisi, Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB) memperkenalkan program pengelolaan food waste yang dapat mengurangi kerugian pangan nasional, sementara di sisi lain, Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) mengukir sejarah dengan mengalahkan Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam final Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Season 7. Kedua pencapaian ini menegaskan sinergi antara riset ilmiah dan prestasi olahraga di lingkungan akademik Bandung.
Strategi Pengelolaan Food Waste dari ITSB
Wakil Rektor Bidang Riset dan Pengembangan Bisnis ITSB menyoroti urgensi pengelolaan food loss dan food waste sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan pangan. Menurut data nasional, Indonesia menghasilkan antara 23 hingga 48 juta ton limbah makanan tiap tahun, setara 115‑184 kg per kapita. Dampak ekonominya diperkirakan mencapai Rp213‑551 triliun per tahun, atau sekitar 4‑5% PDB. ITSB mengusulkan pendekatan berbasis teknologi yang mencakup pemantauan rantai pasok dengan sensor IoT, optimalisasi penyimpanan dingin, serta platform digital untuk redistribusi surplus makanan ke komunitas yang membutuhkan.
Program ini juga melibatkan mahasiswa lintas disiplin—teknik, pertanian, dan ekonomi—dalam proyek percontohan di beberapa pasar tradisional Bandung. Hasil awal menunjukkan penurunan food loss hingga 18% pada fase pascapanen, sekaligus meningkatkan kesadaran konsumen tentang pentingnya mengurangi waste di tingkat rumah tangga.
Kemenangan Basket ITHB di LIMA 2026
Di arena olahraga, tim basket putra ITHB, yang dikenal dengan julukan “The Arrow”, berhasil mengalahkan UPH dengan skor tipis 72‑69 dalam laga final yang digelar di GOR Jakarta Timur. Pertandingan yang berlangsung sengit menampilkan aksi cepat dari duo bintang, Muhammad Fhirdan Maulana Guntara dan Yudha Saputera, yang memimpin serangan fast‑break dan mengeksekusi tembakan krusial pada kuarter akhir.
Kemenangan ini menandai gelar juara kedua ITHB di ajang LIMA, menegaskan konsistensi program basket kampus yang didukung oleh fasilitas latihan modern dan program beasiswa atletik. Prestasi ini juga memberikan ITHB tiket otomatis ke turnamen nasional Campus League 2026, memperluas eksposur tim pada panggung yang lebih besar.
Campus League 2026: Bandung Masuki Panggung Nasional
Regional Jakarta Campus League 2026 menyelesaikan fase kualifikasi dengan tiga tim Bandung berhasil lolos ke babak nasional: ITHB, Institut Perbanas, dan Universitas Kristen Maranatha. Kehadiran ITHB di turnamen nasional menambah reputasi Bandung sebagai pusat pengembangan bakat olahraga kampus, sejalan dengan upaya akademik yang menonjol.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menekankan tujuan liga untuk membangun ekosistem olahraga kampus yang tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Dengan dukungan institusi pendidikan tinggi, liga diharapkan menjadi wadah integrasi antara ilmu pengetahuan, kesehatan, dan budaya kompetitif.
Sinergi Riset dan Olahraga: Model Baru Kampus Bandung
Kedua inisiatif tersebut mencerminkan paradigma baru bagi Institut Teknologi Bandung dan rekan-rekannya di kota. Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan sportivitas membuka peluang kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, industri, maupun organisasi non‑profit.
Pengelolaan food waste yang inovatif tidak hanya mengurangi beban ekonomi, tetapi juga memberikan data berharga bagi kebijakan publik. Sementara keberhasilan tim basket ITHB menumbuhkan semangat kebangsaan dan menegaskan pentingnya fasilitas olahraga yang memadai di lingkungan kampus.
Dengan menonjolkan kedua bidang ini, Institut Teknologi Bandung memperkuat posisinya sebagai motor penggerak perubahan sosial‑ekonomi di Indonesia, menjanjikan masa depan yang lebih hijau dan lebih kompetitif bagi generasi muda.