Berita Pilihan

Gejolak Kepemimpinan BP: Albert Manifold Dipecat, Ian Tyler Jadi Ketua Sementara

admin ·
Gejolak Kepemimpinan BP: Albert Manifold Dipecat, Ian Tyler Jadi Ketua Sementara

Berita Pilihan 01 Juni 2026 – London, 31 Mei 2026 – Dewan direksi BP melakukan langkah paling cepat dalam beberapa tahun terakhir dengan memberhentikan Albert Manifold dari jabatan ketua dewan. Keputusan ini diumumkan pada Selasa sore dan menimbulkan kegelisahan di antara investor serta pengamat industri energi.

Manifold, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO CRH plc hingga Desember 2024, diangkat menjadi ketua BP pada Oktober 2025 menggantikan Helge Lund. Penunjukannya sempat dianggap sebagai upaya memperkuat tata kelola perusahaan di tengah tekanan regulasi dan transisi energi. Namun, hanya setahun kemudian, BP menyatakan adanya “kekhawatiran serius terkait standar tata kelola, pengawasan, dan perilaku” yang memaksa perusahaan mengambil tindakan drastis.

Baca juga:

Dalam rapat darurat, dewan menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran etika dan kegagalan dalam mengawasi keputusan strategis. Meskipun rincian lengkap belum dipublikasikan, pernyataan resmi menegaskan bahwa tindakan Manifold tidak sejalan dengan nilai-nilai inti BP sebagai “supermajor” dalam industri minyak dan gas.

Ian Tyler, salah satu anggota dewan yang memiliki latar belakang keuangan korporat, ditunjuk sebagai ketua interim dengan segera. Penunjukan ini diharapkan dapat menstabilkan situasi internal sambil memulai proses pencarian ketua permanen yang lebih sesuai dengan standar tata kelola modern.

Saham BP mengalami penurunan signifikan setelah pengumuman tersebut, mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan perusahaan. Analis mencatat bahwa volatilitas ini dapat memperburuk tantangan BP dalam menyeimbangkan investasi pada energi tradisional dan proyek energi terbarukan.

Baca juga:

Richard Curran, analis senior di sebuah firma riset energi, menilai bahwa pemecatan Manifold merupakan “gerakan tercepat yang pernah dilakukan BP dalam beberapa tahun”. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan tekanan intens dari pemegang saham institusional yang menuntut transparansi dan akuntabilitas lebih tinggi.

Drama dewan ini juga menyoroti dinamika internal BP yang semakin kompleks. Sejumlah pemegang saham besar, termasuk dana pensiun dan manajer aset, telah mengirimkan surat kepada dewan menuntut evaluasi menyeluruh atas kebijakan tata kelola. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar ESG (Environmental, Social, Governance) yang kini menjadi tolok ukur utama dalam penilaian nilai perusahaan.

Di sisi lain, langkah BP ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan energi lain yang menghadapi tekanan serupa. Pengawasan yang lebih ketat dan respons cepat terhadap isu tata kelola dapat memperkuat kepercayaan investor, meski dalam jangka pendek dapat menimbulkan gejolak pasar.

Baca juga:

BP menyatakan bahwa proses pencarian ketua baru akan melibatkan konsultan independen dan melibatkan pemangku kepentingan utama. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus mempercepat transisi ke portofolio energi yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, fokus utama BP akan tertuju pada memperbaiki mekanisme pengawasan internal, memperkuat budaya etika, dan menegaskan kembali komitmen terhadap target net-zero carbon pada tahun 2050. Keputusan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar dan menegaskan posisi BP sebagai pemimpin dalam industri energi global.