Berita Pilihan

Tiongkok Gencarkan Beli Produk Pertanian AS dan Kembalikan Jeep, Langkah Besar dalam Relasi Bilateral

admin ·
Tiongkok Gencarkan Beli Produk Pertanian AS dan Kembalikan Jeep, Langkah Besar dalam Relasi Bilateral

Berita Pilihan 18 Mei 2026 – Beijing menjadi panggung utama pada pertengahan Mei 2026, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dalam kunjungan kenegaraan yang menandai perubahan signifikan dalam hubungan bilateral. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas isu geopolitik, melainkan menghasilkan serangkaian kesepakatan ekonomi yang menghubungkan sektor pertanian, industri otomotif, serta kerjasama investasi.

Komitmen paling menonjol datang dari Tiongkok yang berjanji membeli produk pertanian Amerika Serikat senilai minimal USD 17 miliar per tahun, atau sekitar Rp300 triliun, untuk tiga tahun berturut‑turut (2026‑2028). Kesepakatan ini mencakup beragam komoditas, meski rincian spesifik belum diumumkan secara resmi. Nilai tersebut belum termasuk kedelai, yang sebelumnya telah disepakati pada Oktober 2025. Pada 2025, perdagangan pertanian antara kedua negara mengalami penurunan tajam sebesar 65,7 % menjadi USD 8,4 miliar akibat tarif balasan dan hambatan non‑tarif.

Baca juga:

Untuk memperkuat mekanisme perdagangan, kedua pihak sepakat membentuk US‑China Board of Trade dan US‑China Board of Investment. Forum ini ditujukan menyelesaikan masalah akses pasar, mengurangi tarif timbal balik, serta membuka peluang investasi di sektor pertanian dan manufaktur. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa dialog tersebut akan mempermudah masuknya produk pertanian ke pasar masing‑masing dan memperluas kerja sama dalam kerangka pengurangan tarif.

Di samping sektor pertanian, Tiongkok juga mengumumkan langkah penting di industri otomotif. Stellantis bersama Dongfeng Motor Group menandatangani kerja sama strategis senilai lebih dari 8 miliar yuan (sekitar Rp 19 triliun) untuk memproduksi kendaraan energi baru (NEV) di pabrik Wuhan. Produksi Jeep model baru, yang bukan sekadar SUV konvensional, diperkirakan akan dimulai pada 2027. Kolaborasi ini menandai kembalinya Jeep ke jalur produksi lokal di Tiongkok, memperkuat posisi Stellantis di pasar kendaraan listrik Asia.

Baca juga:

Kesepakatan perdagangan pertanian dan produksi otomotif ini muncul bersamaan dengan dinamika geopolitik yang lebih luas. Pada 19 Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengunjungi Beijing untuk bertemu Xi Jinping, memperkuat poros Moskow‑Beijing dalam menanggapi tekanan geopolitik dari Barat. Kedua pertemuan tersebut menyoroti upaya Tiongkok memperluas aliansi strategis, termasuk dukungan terhadap Iran yang tengah berseteru dengan AS.

Para analis menilai bahwa pengurangan tarif pada komoditas pertanian, khususnya kedelai, dapat membuka ruang bagi perusahaan swasta Tiongkok yang sempat terhenti akibat dominasi pembelian negara. Proyeksi pengurangan tarif sebesar 10 % diperkirakan akan meningkatkan volume impor, sekaligus menstimulasi produksi dalam negeri. Di sisi lain, produksi Jeep NEV di Wuhan diperkirakan menciptakan ribuan lapangan kerja dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar domestik Tiongkok.

Baca juga:

Berikut poin‑poin utama yang dapat disimpulkan dari rangkaian pertemuan ini:

  • Komitmen pembelian produk pertanian AS senilai USD 17 miliar per tahun selama tiga tahun.
  • Pembentukan US‑China Board of Trade dan Board of Investment untuk mengatasi hambatan perdagangan.
  • Kerja sama Stellantis‑Dongfeng menghasilkan produksi Jeep NEV di Wuhan mulai 2027.
  • Pengurangan tarif pertanian diharapkan meningkatkan volume perdagangan bilateral.
  • Pertemuan Putin‑Xi menegaskan posisi strategis Tiongkok dalam geopolitik global.

Secara keseluruhan, serangkaian langkah tersebut menandai fase baru dalam hubungan Tiongkok‑AS, di mana kepentingan ekonomi dan geopolitik saling bersinggungan. Meskipun tantangan tetap ada, terutama terkait kebijakan tarif dan dinamika politik internasional, komitmen Tiongkok untuk meningkatkan impor pertanian serta memperluas produksi otomotif menunjukkan niat kuat untuk menstabilkan dan memperdalam kerja sama bilateral di masa mendatang.