Selat Hormuz: Tegangan Meningkat, Ekonomi Global Terancam
Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, kembali menjadi sorotan karena meningkatnya tegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini tidak hanya mempengaruhi keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan mempengaruhi ekonomi dunia.
Armada "nyamuk" Iran, yang terdiri dari perahu-perahu kecil dan cepat, telah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz. Armada ini dibentuk oleh militer Iran pada 1980-an sebagai bagian dari doktrin perang yang dirancang untuk menghadapi angkatan laut yang lebih unggul. Dengan kemampuan untuk mengganggu, mengerubung, membingungkan, dan mengacaukan pelayaran, armada ini telah menjadi ancaman serius bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Baru-baru ini, sebuah supertanker milik China berhasil melintas di Selat Hormuz di tengah blokade militer Amerika Serikat. Kapal ini membawa sekitar dua juta barrel minyak mentah Irak dan berhasil mencapai pelabuhan Zhoushan di China timur. Pergerakan kapal ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas blokade yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Iran juga telah mengirimkan kapal selam kecil ke Selat Hormuz, yang menurut seorang ahli, merupakan ancaman yang signifikan bagi keamanan regional. Kapal selam kecil ini dapat digunakan untuk melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial dan militer, dan sulit untuk dideteksi oleh sistem pertahanan yang ada.
Marco Rubio, seorang anggota Senat AS, telah meminta China untuk bertindak melawan Iran dan menghentikan blokade di Selat Hormuz. Rubio menyatakan bahwa jika China tidak bertindak, maka ekspor minyak Iran akan terganggu, yang dapat berdampak pada ekonomi global.
Ketegangan di Selat Hormuz telah meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya konflik yang lebih besar di Timur Tengah. Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara lain di kawasan tersebut harus berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi dan berdampak pada keamanan regional dan global.
Untuk menghindari eskalasi konflik, diperlukan upaya diplomatik yang serius dari semua pihak yang terkait. Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur pelayaran yang aman dan terbuka untuk semua negara, dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi kebijakan atau memperoleh keuntungan politis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz telah menjadi salah satu kawasan yang paling rentan terhadap konflik di dunia. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama internasional yang erat untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan ini, serta menghindari terjadinya konflik yang dapat berdampak pada ekonomi global.