Saham Grup Barito Anjlok Setelah Dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index
Berita Pilihan 14 Mei 2026 – Pasar saham domestik masih terpengaruh oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan beberapa saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index. Salah satu grup yang terkena dampaknya adalah grup Barito, yang saham-sahamnya mengalami penurunan signifikan.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) misalnya, turun 8,77% ke harga Rp2.080 per saham. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga melemah 11,36% ke harga Rp3.200 per saham. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang juga termasuk dalam grup Barito, turun 14,85% ke harga Rp4.300 per saham.
Penurunan saham-saham ini terjadi setelah MSCI mengumumkan bahwa mereka akan mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, termasuk saham-saham grup Barito. Keputusan ini diambil karena saham-saham tersebut tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpengaruh oleh penurunan saham-saham grup Barito. IHSG ditutup melemah 1,98% ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun.
Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 3,53% pada posisi 6.723,32 dari 6.936,39 pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI terpantau mengalami pelemahan 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar dari 45,86 miliar lembar pada penutupan pekan lalu.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga turut mengalami pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya.
Pengumuman MSCI ini menjadi salah satu penyebab utama penurunan IHSG. Namun, ada beberapa saham yang tetap mengalami penguatan, seperti saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 4,52% ke level Rp4.160.
Dalam beberapa hari terakhir, saham-saham di pasar domestik mengalami volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, para investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar saham dengan seksama.