Harga Minyak Dunia Melesat Usai Ketegangan AS-Iran Meningkat
Berita Pilihan 11 Mei 2026 – Harga minyak dunia kembali naik setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan konflik dengan Iran “belum berakhir”. Hal itu meningkatkan kekhawatiran ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi dan semakin mengancam pasokan energi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak tawaran balasan Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. “Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!”
Kondisi ini memicu ketidakpastian baru pada jalur distribusi energi global, terutama potensi gangguan di Selat Hormuz. Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah jenis Ice Brent meningkat hingga 3,30 persen menjadi USD104,63 per barel.
Para analis memperkirakan harga minyak dunia masih akan berada dalam tren kenaikan selama belum tercapainya kesepakatan diplomatik yang jelas antara Iran dan AS untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
Proposal asli AS dilaporkan bertujuan untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, menghilangkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan membongkar fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.
Melalui mediator Pakistan, Iran menanggapi proposal perdamaian tersebut dengan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan atas hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.
Wall Street Journal melaporkan Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.
Di sisi lain, para investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik.
Harga minyak sempat anjlok tajam pada pekan lalu karena optimisme Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan sementara untuk menstabilkan jalur pelayaran di Teluk.
Ketegangan geopolitik ini muncul menjelang kunjungan Trump ke Tiongkok yang dijadwalkan akhir pekan ini, di mana ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.
KTT tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran.
Kesimpulan, harga minyak dunia diperkirakan akan terus naik jika ketegangan AS-Iran tidak segera mereda. Oleh karena itu, para investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.