Berita Pilihan

Jejak Duka di Atas Gunung Batukaru: Evakuasi Dramatis Pendaki Lansia

admin ·
Jejak Duka di Atas Gunung Batukaru: Evakuasi Dramatis Pendaki Lansia

Berita Pilihan 10 Mei 2026 – Sebuah tragedi telah terjadi di atas Gunung Batukaru, Bali, ketika seorang pendaki lansia bernama Made Dibya dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia. Proses evakuasi jenazahnya menjadi sebuah cerita dramatis yang menunjukkan kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh tim SAR gabungan.

Made Dibya, yang berusia 80 tahun, dilaporkan hilang pada Sabtu, 25 April 2026, ketika ia mendaki Gunung Batukaru bersama 13 orang lainnya. Ia terpisah dari rombongan saat mendaki pada pukul 14.00 Wita dan tidak bergabung kembali dengan kelompoknya.

Baca juga:

Setelah dilaporkan hilang, operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan, tetapi tidak membuahkan hasil hingga tujuh hari kemudian. Operasi pencarian kemudian dihentikan, tetapi dibuka kembali setelah adanya laporan penemuan jenazah di jurang Gunung Batukaru.

Proses evakuasi jenazah Made Dibya menjadi sebuah tantangan besar bagi tim SAR gabungan. Mereka harus menuruni jurang sedalam 90 meter dengan kondisi medan licin, berkabut tebal, dan bebatuan tidak stabil. Selain itu, kondisi jenazah yang sudah membengkak dan mengalami pembusukan juga menyulitkan petugas.

Baca juga:

Tim SAR gabungan menggunakan peralatan mountaineering dan sistem tali untuk mengangkat jenazah dari dasar jurang. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam, dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.40 Wita, ketika jenazah akhirnya berhasil diangkat dan diserahkan kepada keluarga.

Tragedi ini menjadi sebuah peringatan bagi para pendaki untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian. Gunung Batukaru, yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Bali dengan pemandangan alam yang indah, tetapi juga memiliki medan yang berbahaya dan menantang.

Baca juga:

Kesimpulan dari tragedi ini adalah bahwa pendakian gunung memerlukan persiapan yang matang dan kesadaran akan bahaya yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, para pendaki harus selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian, serta tidak memandang remeh bahaya yang mungkin terjadi.