Berita Pilihan

Virus Hanta: Mengenal Penyakit Langka yang Bisa Mengancam Nyawa

admin ·
Virus Hanta: Mengenal Penyakit Langka yang Bisa Mengancam Nyawa

Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Virus Hanta merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat atau rodents seperti tikus. Meskipun kasusnya tergolong jarang, infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian pada manusia, terutama bila tidak segera ditangani.

Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus di udara yang berasal dari urin, feses, maupun air liur tikus, terutama di ruang tertutup. Virus juga dapat masuk melalui luka terbuka pada kulit, meskipun kasus seperti ini lebih jarang terjadi dibandingkan penularan lewat udara.

Baca juga:

Baru-baru ini, wabah Hantavirus dilaporkan terjadi di kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026. Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, sejumlah penumpang lain dilaporkan jatuh sakit dan kritis.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, menilai informasi yang beredar saat ini cenderung terlalu menakutkan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa virus Hanta bukanlah virus baru dan sebagian besar penularannya tetap berasal dari hewan pengerat seperti tikus.

Dominicus menjelaskan, dari sekian banyak keluarga hantavirus, hanya Andes Virus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Jenis Andes inilah yang diindikasikan muncul di kapal pesiar MV Hondius. Namun, penularannya juga tidak mudah.

Baca juga:

Sejauh ini, kasus terbanyak masih ditemukan di wilayah Amerika Selatan seperti Argentina dan Cile. “Virus Andes adalah satu-satunya keluarga hantavirus yang bisa menular dari manusia ke manusia lewat kontak erat. Banyak ditemukan di Argentina dan Chile. Di Asia belum ada penularan orang ke orang,” katanya.

Dalam kasus yang terjadi di Argentina pada 2018-2019, tiga orang yang sebelumnya terpapar virus dari tikus kemudian menularkan infeksi ke puluhan orang lain melalui kontak erat. “Waktu wabah di Argentina, ada tiga orang yang kontak dengan tikus lalu menyebarkan virus ke 34 orang lainnya. Sebanyak 11 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Yang terpenting adalah melakukan pencegahan dengan cara mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat.

Baca juga:

Dengan demikian, risiko penularan virus Hanta dapat diminimalkan. Masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga dapat mengurangi dampak dari penyakit ini.