Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Jakarta: Pajak Nol dan Kebal Ganjil Genap
Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia sedang mematangkan skema insentif pajak kendaraan listrik berbasis baterai nikel. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi PPN berbeda untuk mendorong penggunaan baterai nikel dibandingkan teknologi baterai jenis lainnya.
Beberapa mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5, Kona Electric, dan Toyota bZ4X telah menggunakan teknologi baterai nikel. Hyundai Ioniq 5 mengusung baterai Lithium-ion Polymer dengan kapasitas 58 kWh untuk varian Standard Range, sementara varian Long Range hingga versi N dibekali baterai berkapasitas 72,6 kWh hingga 84 kWh.
Hyundai Kona Electric menggunakan baterai Lithium-ion Nickel Manganese Cobalt (NMC) yang diproduksi di dalam negeri oleh PT HLI Green Power. Baterai tersebut tersedia dalam kapasitas 48,9 kWh untuk varian Standard Range dan 66 kWh pada varian Long Range.
Toyota bZ4X juga menggunakan baterai Lithium-ion berkapasitas 71,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 500-525 kilometer berdasarkan pengujian WLTP. Mobil ini juga sudah mendukung fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 0 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Pemerintah berharap bahwa skema insentif ini dapat mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca.
Untuk meningkatkan penggunaan mobil listrik, pemerintah juga berencana untuk memperluas infrastruktur pengisian daya dan memberikan insentif lainnya seperti pajak nol dan kebal ganjil genap. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan mobil listrik dan mengurangi dampak lingkungan.