Komisi I Soal Bakom Rangkul Homeless Media: Harus Diawasi Agar Tak Standar Ganda
Berita Pilihan 08 Mei 2026 – Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) memberikan klarifikasi terkait polemik homeless media sebagai mitra pemerintah dalam konferensi pers yang digelar awal pekan ini. Homeless media adalah entitas media digital yang memproduksi dan mendistribusikan konten seluruhnya di platform media sosial (Instagram, TikTok, X) tanpa memiliki situs web atau portal berita mandiri.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menjelaskan awal mula pertemuan antara Bakom dan homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Kurnia menjelaskan, hal itu bermula dari permohonan audiensi yang dilakukan INMF pada Selasa (5/5).
INMF menjelaskan bahwa mereka berkumpul untuk meningkatkan kualitas dan ruang berkembang. Beberapa informasi yang mereka sampaikan adalah bahwa new media harus memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab. Bakom kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme kerja new media, termasuk terkait prinsip cover both sides yang umum diterapkan media konvensional.
INMF menjawab bahwa mereka memiliki metode yang disebut verifikasi. Selanjutnya, pada Rabu (6/5), Bakom mengadakan konferensi pers mingguan dalam rangka update Program Hasil Terbaik Cepat dan turut dihadiri new media. Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana halnya media konvensional.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyebut masih terdapat sejumlah isu yang perlu disepakati antara new media, Dewan Pers, dan media konvensional. Namun, Bakom memandang new media perlu dijangkau agar kualitas dan standarnya dapat meningkat sehingga produknya menjadi semakin lebih baik.
Penyebutan nama-nama new media dalam konferensi pers tersebut didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF kepada Bakom dalam pertemuan sehari sebelumnya. Saat ini, tidak ada kerja sama atau kontrak apa pun antara Bakom dengan INMF atau dengan salah satu dari new media yang tertulis dalam dokumen INMF.
Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa Bakom RI belum memiliki kerja sama dengan homeless media, tetapi berharap dapat meningkatkan kualitas dan standar new media sehingga dapat menjadi mitra komunikasi yang efektif.