Iran Bantah Isu Transfer Uranium ke Luar Negeri, Fokus Penghentian Permusuhan
Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Iran membantah klaim bahwa uranium miliknya telah dipindahkan ke luar negeri. Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Behnam Saeedi, menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari Iran sebagaimana disebut dalam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menurut Saeedi, pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Iran menegaskan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai dan membuka peluang mengurangi kadar pengayaan uranium apabila seluruh sanksi internasional terhadap Iran dicabut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran hingga memicu perang di Timur Tengah. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Trump kemudian memperpanjang penghentian serangan untuk memberi waktu bagi Iran menyusun “proposal terpadu”. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masih menghadapi keterbatasan akses dalam memverifikasi stok uranium Iran, membuat posisi material nuklir Iran menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Teheran dengan Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Laporan CIA juga menyebut bahwa Iran masih memiliki sekitar 70 persen dari total stok rudalnya sebelum perang meski telah digempur serangan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengatakan bahwa kemampuan rudal Teheran sudah “hampir hancur”.
Iran menegaskan tidak berniat memindahkan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini dan bahwa pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni.
Dalam situasi ini, Iran dan Amerika Serikat masih terlibat dalam konflik yang kompleks dan berkepanjangan. Kedua negara masih berusaha mencari solusi untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.