Airbus Masuk! Bappenas Jajaki Kerja Sama Industri Dirgantara RI
Berita Pilihan 08 Mei 2026 – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) berencana menjajaki kerja sama dengan Airbus untuk meningkatkan industri dirgantara di Indonesia. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai bahwa kolaborasi Bappenas dengan Airbus dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang industri penerbangan. "Bisa (meningkatkan) sepanjang ada pengawasan yang ketat, karena peningkatan SDM ini tidak hanya persoalan skill profesional tapi bagaimana juga meningkatkan daya tarik investor," ujarnya.
Trubus juga menambahkan bahwa Indonesia bisa kompetitif, sehingga paling tidak menjadi tumpuan bagi industri-industri pesawat terbang yang membutuhkan SDM dari Indonesia, terutama teknisi kemudian juga pilot. "Paling tidak menjadi tumpuan bagi industri-industri pesawat terbang yang membutuhkan SDM kita, terutama teknisi, kemudian dari sisi pilot," katanya.
Sebagai tindak lanjut dari Joint Declaration of Intent yang ditandatangani, Airbus akan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini akan terintegrasi terus dengan Airbus dan didukung terus oleh kementerian/lembaga, BUMN, perguruan tinggi, swasta Indonesia sebagai pusat pertumbuhan kedirgantaraan di kawasan Asia Pasifik.
Rachmat berharap PTDI bisa menjadi tier 1 supplier bagi Airbus, yang artinya PTDI bisa mulai membuat sayap utuh bagi pesawat Airbus atau bahkan pesawat yang nantinya akan membangun pabrik di Kertajati. "Untuk itu diperlukan peningkatan standardisasi, kualitas layanan, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta tidak kalah penting penguatan sumber daya manusianya. Dan ini terus didorong agar pertumbuhan industri kedirgantaraan tumbuh berkelanjutan," katanya.
Pengamat transportasi Danang Parikesit dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menilai bahwa Airbus bisa menjadi bagian dari proses sertifikasi profesional maintenance, repair, and overhaul (MRO). "Politeknik penerbangan perlu dimodernisasi dan Airbus bisa menjadi bagian dari proses sertifikasi profesional MRO maupun aviasi secara keseluruhan," ujarnya.
Dalam kesimpulan, kerja sama antara Bappenas dan Airbus diharapkan dapat meningkatkan industri dirgantara di Indonesia, serta meningkatkan sumber daya manusia di bidang penerbangan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif di kancah internasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.