Harga Emas Dipro-yeksikan Capai $5.200 per Ons pada 2026
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dunia mencapai $5.200 per ons pada akhir 2026 berkat rencana pemangkasan suku bunga. Konflik geopolitik di Timur Tengah dan tekanan inflasi energi saat ini menjadi faktor utama penghambat kenaikan harga emas.
Harga emas batangan Antam domestik melonjak Rp17.000 menjadi Rp2.840.000 per gram mengikuti tren kenaikan harga di pasar global. Pasar emas dunia kembali menunjukkan momentum positif dengan harga yang mulai menguji level resistensi baru di posisi $4.700 per ons.
Strategis Komoditas Logam & Pertambangan Morgan Stanley Research, Amy Gower, menegaskan kembali prediksinya bahwa harga emas akan menutup tahun 2026 di kisaran $5.200 per ons. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 10 persen dari level harga saat ini.
Gower mengungkapkan bahwa sulitnya emas bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh tingginya ketidakpastian geopolitik akibat perang yang sedang berlangsung di Iran. Konflik tersebut memicu guncangan pasokan energi yang sempat meredupkan harapan pasar akan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Lonjakan harga minyak yang memicu tekanan inflasi memaksa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk mengevaluasi kembali rencana pelonggaran kebijakan moneternya. Meski pasar mulai meragukan pemangkasan suku bunga, Morgan Stanley tetap bertaruh bahwa setidaknya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini yang akan menjadi katalis positif bagi harga emas.
Morgan Stanley memproyeksikan satu pemangkasan suku bunga pada Januari mendatang, diikuti oleh pemangkasan berikutnya pada Maret 2027. Sinyal kebijakan ini diprediksi akan menarik kembali minat investor pada instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) emas.
Faktor Timur Tengah dan Risiko Pasar Masa depan emas sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Kabar terbaru dari Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kemajuan pesat sedang dicapai menuju kesepakatan damai yang langgeng.
Namun, Gower memperingatkan bahwa jika konflik berlangsung lebih lama, emas justru berisiko tertekan jika pasar mulai mengantisipasi penahanan suku bunga yang berkepanjangan atau bahkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, jika perdamaian tercapai, potensi kenaikan harga mungkin terbatas karena harga yang sudah tinggi dapat membatasi permintaan dari bank sentral maupun konsumen.
Harga Emas Antam Domestik Melonjak Rp17.000 Sejalan dengan tren global, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di dalam negeri juga mengalami kenaikan signifikan.
Kesimpulan, harga emas diproyeksikan akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang, dengan target harga $5.200 per ons pada akhir 2026. Namun, perlu diingat bahwa harga emas sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan kebijakan moneter, sehingga prediksi harga emas harus selalu diikuti dengan pemantauan yang ketat terhadap perkembangan pasar dan kebijakan pemerintah.