Fakta Joki UTBK Surabaya: Mengaku Tes Kedokteran Gampang, Target Fakultas Kedokteran
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Sebuah sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 asal Surabaya berhasil diamankan oleh Polrestabes Surabaya. Pelaku mengaku sebagai joki yang fokus pada tes matematika dan mengungkap bahwa soal joki baginya relatif mudah.
Pelaku merupakan joki untuk peserta UTBK yang memilih prodi kedokteran. Meski demikian, pelaku mengaku tidak pernah berkecimpung dalam bidang kedokteran. Dari satu klien, penjoki bisa meraup untung hingga puluhan juta. Bahkan, ada yang menawarinya Rp 75 juta.
Strategi joki ini adalah dengan belajar dari buku-buku soal latihan. Ia hanya perlu memahami struktur kebahasaannya dan bisa mengerjakan soal-soal dengan cepat. Sehingga masalah waktu bukan jadi hambatan menyelesaikan soal.
Sindikat joki UTBK di Surabaya raup ratusan juta dari calon mahasiswa kedokteran. Mereka tersebar di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan UPN Veteran Jawa Timur.
Pelaku mengaku memiliki 150 klien dan targetnya adalah fakultas kedokteran. Ia mengungkap bahwa soal joki baginya relatif gampang dan bisa meraup untung hingga puluhan juta.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa praktik joki UTBK masih marak terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah dan memberantas praktik ini agar proses seleksi masuk perguruan tinggi dapat berjalan dengan adil dan transparan.