Drama Mediasi Gaji: Bro Ron Dipukul Dua Pria di Menteng, Kasus Balik Penganiayaan Mengguncang PSI
Berita Pilihan 06 Mei 2026 – Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga yang lebih dikenal dengan sebutan Bro Ron, menjadi sorotan publik setelah ia dipukul dua pria di kantor firma hukum Michael, Putra & Partners (MPP) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin 4 Mei 2026. Insiden terjadi ketika Bro Ron mendampingi sekelompok karyawan PT SKS yang belum menerima gaji, menuntut pertanggungjawaban keuangan perusahaan senilai sekitar Rp 9 miliar.
Menurut keterangan Bro Ron, MPP merupakan penasihat hukum PT SKS, sehingga ia diminta untuk memediasi sengketa gaji. Saat karyawan PT SKS melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung MPP, tiga orang pria yang mengaku petugas keamanan kantor MPP menegur mereka untuk keluar. Situasi memanas ketika tiga pria tersebut kembali naik ke lantai empat setelah sebelumnya dikawal turun oleh anggota Polsek Menteng. Sekitar sepuluh detik setelah kembali, dua di antara mereka melancarkan pukulan keras, salah satunya menabrak pelipis mata Bro Ron, menimbulkan luka yang terlihat jelas dalam rekaman video.
Video insiden itu kemudian diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, ke akun Instagram pribadinya pada Selasa 5 Mei 2026. Rekaman tersebut menampilkan adegan sebelum pemukulan, dimana seorang pria berbaju krem berusaha bernegosiasi dengan Bro Ron, namun diinterupsi oleh pria berbaju hitam yang langsung melayangkan pukulan ke wajah korban. Kedua pria itu berhasil dipukul mundur oleh petugas polisi yang sudah berada di lokasi.
Setelah insiden, Bro Ron melaporkan kejadian ke kepolisian dan menjalani visum. Pada Rabu 6 Mei 2026, terduga pelaku, Muhammad Rizal Berhet, mengajukan laporan balik dengan tuduhan penganiayaan terhadap Bro Ron. Rizal mengklaim bahwa ia dipukul di bagian perut dan menerima makian kasar, termasuk kata‑kata yang dianggap bernada rasis. Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi laporan balik tersebut dengan nomor LP/B/34/V/2026/SPKT/Polsek Metro Menteng dan menyatakan bahwa kasus kini berada dalam penyelidikan lanjutan.
Kasus ini menimbulkan respons keras dari jajaran PSI. Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyatakan keprihatinannya atas tindakan kekerasan tersebut dan menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, baik terhadap pelaku maupun potensi pihak yang memberi dukungan. “Indonesia adalah negara hukum, setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain itu, pernyataan Bro Ron di media sosial menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa sebagai kader partai, melainkan sebagai pendamping karyawan PT SKS yang mengalami penahanan gaji. Ia menambahkan bahwa tindakan tiga pria tersebut sengaja kembali ke gedung MPP untuk memicu keributan, menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan prosedur mediasi di lingkungan bisnis.
Pengembangan kasus terus berlanjut. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak, saksi, serta rekaman video untuk menentukan fakta lengkap. Sementara itu, publik menunggu hasil penyelidikan yang diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Kasus Bro Ron dipukul ini menggarisbawahi ketegangan antara dunia politik, hukum, dan dunia usaha di Indonesia, serta menyoroti pentingnya mekanisme mediasi yang aman dan transparan dalam menyelesaikan perselisihan ketenagakerjaan.