Polisi Tangkap Dua Pelaku Pemukulan Bro Ron, Wakil Ketua Umum PSI, di Menteng
Berita Pilihan 06 Mei 2026 – Jakarta, 5 Mei 2026 – Pada Selasa, 5 Mei 2026, kepolisian Metro Jakarta Pusat mengumumkan telah mengamankan dua tersangka yang diduga melakukan pemukulan Bro Ron, wakil ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari proses penyelidikan setelah korban melaporkan insiden yang terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 16.22 WIB.
Menurut pernyataan Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, kedua tersangka sudah diamankan di Polsek Menteng untuk proses lanjutan. “Terduga pelaku dua orang sudah kami amankan di Polsek Menteng untuk diproses lebih lanjut,” ujar Rondonuwu kepada wartawan. Korban, Ronald Aristone Sinaga—yang lebih dikenal dengan sebutan Bro Ron—telah menjalani pemeriksaan medis (visum) serta memberikan keterangan lengkap, termasuk menyebutkan saksi-saksi yang berada di lokasi.
Berawal dari upaya audiensi yang diprakarsai oleh Bro Ron bersama 15 orang karyawan PT. Sinergi Karya Sejahtera, mereka mendatangi kantor Michael Putra Dan Partners untuk menuntut pembayaran gaji yang belum dibayarkan. Karena pertemuan dengan pihak yang di demo tidak dapat terwujud, Polsek Metro Menteng memfasilitasi mediasi di kantor mereka. Proses awal berjalan kondusif, namun tiba‑tiba muncul sekelompok orang tak dikenal yang melakukan intimidasi dan menghalangi jalannya audiensi.
Situasi cepat memanas ketika sekelompok orang tersebut menyerang Bro Ron secara fisik. Dalam video yang kemudian beredar luas, tampak seorang pria berbaju krem mendekati Bro Ron sambil menggerutu, diikuti oleh pria berbaju hitam yang melayangkan pukulan ke wajah korban, tepatnya di bagian bawah mata dekat pelipis. Luka tersebut terlihat jelas pada foto yang diunggah oleh saksi mata serta oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagramnya.
Berikut kronologi singkat peristiwa tersebut:
- 04/05/2026, pukul 16.22 WIB – Bro Ron dan rekan kerja tiba di kantor Michael Putra Dan Partners untuk menuntut pembayaran gaji.
- Setelah tidak dapat bertemu dengan pihak yang di demo, proses dipindahkan ke Polsek Metro Menteng untuk mediasi.
- Selama mediasi, sekelompok orang tak dikenal muncul, melakukan intimidasi, dan memicu percekcokan.
- Kelompok tersebut menyerang Bro Ron, menyebabkan luka pada bagian bawah mata.
- Bro Ron melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian dan menjalani visum serta memberikan keterangan.
- Polisi melakukan penyelidikan, mengidentifikasi dua tersangka, dan menangkap mereka pada 05/05/2026.
Polisi menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan hingga semua pelaku terungkap dan diproses sesuai peraturan yang berlaku. “Kami akan terus mengusut fakta-fakta di balik pemukulan ini, termasuk motif dan jaringan yang mungkin terlibat,” tambah Rondonuwu.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan politik dan masyarakat luas. PSI secara resmi menyatakan keprihatinannya terhadap aksi kekerasan yang menimpa salah satu pimpinan partainya. Ketua Umum PSI, Kharis Suhud, mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang tegas serta perlindungan terhadap hak asasi manusia, khususnya bagi politisi yang menjalankan fungsi pengawasan dan advokasi.
Para pengamat menilai bahwa insiden ini mencerminkan meningkatnya ketegangan dalam hubungan antara pihak pekerja, perusahaan, dan aktivis politik di ibu kota. Mereka menekankan perlunya dialog konstruktif dan penegakan hukum yang transparan untuk mencegah terulangnya aksi serupa di masa mendatang.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi akan terus memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan pemeriksaan forensik pada barang bukti. Hasil akhir penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai motif di balik pemukulan Bro Ron serta memberikan keadilan bagi korban.
Kasus pemukulan Bro Ron ini menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh politik tinggi serta menimbulkan pertanyaan tentang keamanan pejabat publik dalam menjalankan tugasnya. Penegakan hukum yang tegas diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa tindakan kekerasan tidak akan ditoleransi, baik terhadap politisi maupun warga negara pada umumnya.