Jose Mourinho Tak Pernah Kalah, Tapi Gagal Juara di Liga Portugal: Kisah Benfica yang Menyakitkan
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Jose Mourinho kembali menjadi sorotan setelah mengakhiri musim Liga Portugal bersama Benfica dengan catatan luar biasa: tidak terkalahkan dalam 32 pertandingan. Namun, tanpa satu kali kekalahan, sang manajer Portugal tidak berhasil mengangkat trofi liga, menambah daftar panjang kegagalan meraih gelar meski dominasi statistik.
Benfica mengakhiri kompetisi dengan 85 poin, berada di posisi kedua di atas rival tradisional Sporting CP dan hanya selisih tiga poin dari pemuncak klasemen, FC Porto. Pada laga penentuan, Benfica hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Famalicão, sebuah hasil yang sekaligus mengakhiri harapan mereka untuk melampaui Porto. Gol-gol yang dicetak oleh Jan Bednarek pada menit ke-40 menjadi penentu utama kemenangan Porto, sementara Benfica terpaksa menelan hasil serupa pada pertandingan-pertandingan penting lainnya.
Statistik menunjukkan performa defensif dan ofensif Benfica sangat kuat. Tim tidak pernah menelan kekalahan, mencatatkan 22 kemenangan, 10 hasil imbang, dan mencetak 71 gol sambil hanya kebobolan 27 kali. Meskipun demikian, ketidakmampuan mengubah beberapa hasil imbang menjadi kemenangan berujung pada selisih poin yang cukup tipis. Kegagalan mengamankan tiga poin melawan tim-tim menengah menjadi titik lemah yang dimanfaatkan rival utama.
Sejarah panjang antara Mourinho dan André Villas‑Boas menambah warna pada drama musim ini. Villas‑Boas, yang kini menjabat sebagai presiden FC Porto, pernah menjadi asisten muda Mourinho di Porto pada usia 24 tahun. Bersama, mereka meraih Liga Champions dan UEFA Cup pada awal 2000‑an. Kini, Villas‑Boas memimpin Porto ke gelar ke‑31 mereka di Liga Portugal, dengan Francesco Farioli sebagai pelatih kepala yang berhasil memanfaatkan pengalaman internasionalnya pada debutnya di Liga Portugal.
Keberhasilan Porto menyoroti kontras dengan nasib Benfica. Meskipun Mourinho berhasil menjaga tim tetap tak terkalahkan, kurangnya efektivitas dalam mengkonversi peluang menjadi kemenangan akhir menjadi sorotan kritis. Para pengamat menilai bahwa strategi defensif yang kuat tidak diimbangi dengan kreativitas menyerang yang konsisten, terutama pada fase-fase krusial pertandingan.
- Benfica: 85 poin, posisi 2
- Porto: 85 poin, posisi 1
- Kemenangan kunci Porto: 1-0 melawan Alverca (gol Jan Bednarek)
- Benfica tak terkalahkan: 32 pertandingan
- Hasil imbang penting Benfica: 2-2 vs Famalicão
Para kritikus sepak bola menilai bahwa Mourinho, yang dikenal dengan taktik “park the bus” pada fase defensif, harus menyesuaikan gaya permainan agar lebih agresif di lini serang. Kegagalan mengamankan gelar liga menambah daftar panjang kegagalan Mourinho di kompetisi domestik, meskipun ia pernah memimpin tim-tim seperti Real Madrid, Chelsea, dan Inter Milan meraih gelar juara.
Di sisi lain, keberhasilan Porto dan pengakuan Villas‑Boas atas kerja keras timnya menegaskan pentingnya sinergi antara manajemen klub dan pelatih. Farioli, yang sebelumnya melatih klub Italia, berhasil mengimplementasikan pola permainan menyerang yang efisien, memanfaatkan kecepatan sayap dan ketajaman penyerang tengah.
Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan Mourinho di Benfica. Apakah ia akan tetap bertahan setelah kegagalan meraih gelar, ataukah klub akan mencari arah baru? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: catatan tak terkalahkan tanpa trofi akan tetap menjadi bagian pahit dalam karier Jose Mourinho.
Seiring berakhirnya musim, para pendukung Benfica diharapkan tetap mendukung manajernya, mengingat pencapaian tak terduga yang belum pernah tercapai dalam sejarah klub. Sementara itu, FC Porto bersiap menyongsong kompetisi Eropa dengan semangat juara yang baru dipupuk oleh kombinasi antara kepemimpinan presiden dan strategi pelatih baru.