Hyundai dan TVS Luncurkan Kendaraan Listrik Roda Tiga: Solusi Mobilitas Hijau untuk Indonesia
Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Hyundai Motor Company dan TVS Motor Company mengumumkan kolaborasi strategis untuk mengembangkan kendaraan listrik roda tiga yang ditujukan khusus bagi pasar Indonesia. Inisiatif ini menandai langkah penting bagi kedua produsen dalam memperluas portofolio mobilitas berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan kemacetan, polusi, dan kebutuhan transportasi yang fleksibel di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Proyek bersama ini dimulai pada pertengahan 2025, ketika kedua perusahaan mengidentifikasi peluang pertumbuhan signifikan di segmen tiga roda listrik. Hyundai, dengan pengalaman luas dalam teknologi kendaraan listrik (EV) dan platform modular, menyediakan basis arsitektur baterai serta sistem manajemen energi. Sementara TVS, produsen sepeda motor dan skuter terkemuka di Asia Selatan, menyumbangkan keahlian dalam desain rangka ringan, produksi massal, dan jaringan distribusi di Asia Tenggara.
Hasil kerja sama tersebut adalah prototipe pertama yang dinamai “iCAR V27 3‑Wheeler”. Kendaraan ini memiliki dimensi kompak, dengan panjang sekitar 2,8 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 1,6 meter, sehingga cocok melintasi lorong sempit serta parkir terbatas. Ditenagai oleh motor listrik berdaya 45 kW (sekitar 60 hp) yang terletak pada roda belakang, iCAR V27 mampu mencapai kecepatan maksimum 120 km/jam dan menempuh jarak hingga 200 km dalam satu pengisian penuh berkapasitas 12 kWh.
Fitur keamanan menjadi prioritas utama. Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem pengereman regeneratif, kontrol stabilitas elektronik (ESC), serta rangka baja berlapis anti‑karat. Selain itu, terdapat tiga mode penggerak: Eco untuk efisiensi maksimal, Normal untuk keseimbangan, dan Sport untuk akselerasi responsif. Semua mode dapat dipilih melalui tombol di panel instrumen digital berukuran 7 inci, yang menampilkan informasi baterai, jarak tempuh, dan status kendaraan secara real‑time.
Pengujian lapangan dilakukan di beberapa kota Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bandung, serta di jalur pedesaan di Jawa Barat. Selama uji coba, kendaraan menunjukkan performa yang konsisten pada kondisi lalu lintas padat serta jalan tidak beraspal. Keandalan baterai terbukti dengan waktu pengisian cepat: hanya 45 menit untuk mengisi 80 % kapasitas menggunakan charger Level‑2, serta 30 menit pada stasiun fast‑charge yang telah dipersiapkan oleh mitra infrastruktur energi terbarukan.
Para eksekutif Hyundai dan TVS menekankan bahwa pengembangan ini tidak sekadar menambah varian produk, melainkan upaya strategis untuk mempercepat adopsi mobilitas listrik di Indonesia. “Kami melihat potensi besar pada segmen tiga roda, terutama di kota‑kota dengan kepadatan penduduk tinggi. Kendaraan listrik roda tiga dapat menjadi alternatif yang lebih bersih, terjangkau, dan mudah dioperasikan,” ujar Mr. Lee Joon‑hee, Direktur Regional Hyundai Asia‑Pacific, dalam konferensi pers virtual pada 28 April 2026.
Sementara itu, Mr. K. V. Raghavendra, CEO TVS Motor, menambahkan, “Kolaborasi ini memungkinkan kami menggabungkan kekuatan teknologi Hyundai dengan jaringan distribusi TVS yang luas. Kami menargetkan produksi massal mulai akhir 2027, dengan harga perkiraan di kisaran 120‑150 juta rupiah, menjadikannya kompetitif dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil sejenis.”
Di sisi lain, pemerintah Indonesia memberikan dukungan lewat insentif fiskal, termasuk pembebasan pajak penjualan barang (PPnBM) sebesar 30 % untuk kendaraan listrik tiga roda, serta subsidi hingga 30 juta rupiah bagi pembeli pertama. Kebijakan ini diharapkan mendorong penetrasi pasar hingga 15 % dalam lima tahun ke depan.
Para analis industri menilai bahwa keberhasilan iCAR V27 3‑Wheeler akan bergantung pada kemampuan produsen mengoptimalkan biaya produksi serta memperluas jaringan pengisian. “Jika Hyundai dan TVS dapat memanfaatkan skala produksi dan memanfaatkan kebijakan pemerintah, kendaraan listrik roda tiga ini bisa menjadi katalisator perubahan dalam ekosistem transportasi Indonesia,” kata Budi Santoso, analis senior di Jakarta Futures.
Secara keseluruhan, peluncuran kendaraan listrik roda tiga oleh Hyundai dan TVS menandai babak baru dalam transformasi mobilitas berkelanjutan. Dengan kombinasi teknologi canggih, desain ergonomis, dan dukungan kebijakan, produk ini berpotensi mengurangi emisi karbon, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan akses transportasi bagi jutaan warga Indonesia.
Ke depan, kedua perusahaan berencana memperluas varian model dengan menambahkan opsi baterai berkapasitas lebih tinggi serta fitur konektivitas IoT, termasuk pelacakan lokasi dan manajemen energi melalui aplikasi smartphone. Jika berhasil, Hyundai dan TVS dapat menjadi pionir dalam pasar kendaraan listrik roda tiga di Asia Tenggara, membuka peluang kerja baru serta mendukung agenda hijau pemerintah.