Prabowo Sambut Hari Buruh 2026 dengan Janji Rumah, Komisi Ojek Online 8% dan Tarian Bareng Tipe‑X
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Di depan Monumen Nasional, ribuan buruh berkumpul menyambut Hari Buruh Internasional 2026. Presiden Prabowo Subianto muncul bersama pimpinan serikat buruh, memulai acara dengan semangat solidaritas dan aksi “prabowo guyub” yang menampilkan pelukan, salam hangat, bahkan membuka baju sebagai simbol keakraban. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen untuk mengabdikan sisa hidupnya bagi rakyat, menegaskan bahwa mandat yang diberikan akan dijalankan tanpa kompromi.
Berbagai janji konkrit disampaikan, terutama terkait perumahan bagi pekerja. Pemerintah menargetkan pembangunan satu juta rumah pada tahun ini, dengan progres 350.000 unit yang telah selesai. Rumah‑rumah tersebut akan terletak di klaster dekat kawasan industri dan dirancang sebagai kota terpadu yang dilengkapi sekolah, fasilitas olahraga, daycare, dan rumah sakit. Skema cicilan fleksibel hingga 40 tahun dijanjikan, menggantikan beban sewa yang biasanya menyerap sekitar 30 % pendapatan buruh.
Selain perumahan, Prabowo menyoroti reformasi ketenagakerjaan. Ia mencatat masukan dari serikat buruh selama pertemuan May Day, termasuk usulan revisi RUU Ketenagakerjaan yang akan memperkuat hak pekerja, memperpanjang masa cuti melahirkan, dan menambah perlindungan bagi pekerja kontrak. Pemerintah berjanji akan menyusun regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan pekerja lapangan.
Langkah paling menonjol adalah regulasi baru yang menurunkan batas maksimum komisi bagi perusahaan ojek online dari 20 % menjadi 8 %. Kebijakan ini sekaligus meningkatkan bagian pendapatan driver menjadi minimal 92 % per trip, serta mewajibkan perusahaan menyediakan asuransi kecelakaan dan kesehatan bagi mitra pengemudi. Prabowo menegaskan, “Tidak adil jika pengemudi yang berjuang di jalan harus menanggung beban biaya sementara platform mengambil untung besar.” Meskipun regulasi belum ditetapkan secara pasti, pemerintah menargetkan implementasinya dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan besar seperti GoTo dan Grab menanggapi dengan menegaskan komitmen mereka terhadap kesejahteraan driver, meski menyatakan tantangan finansial yang harus dihadapi.
Acara May Day tidak hanya berfokus pada kebijakan ekonomi, tetapi juga menampilkan sisi budaya. Prabowo bersama Tipe‑X, grup musik legendaris era 90‑an, menari bersama di panggung utama, menciptakan momen kebersamaan yang jarang terlihat dalam agenda politik. Penampilan tersebut mendapat sorakan meriah, menegaskan bahwa kepemimpinan Prabowo tidak hanya berbicara melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi simbolik yang menghubungkan pemerintah dengan rakyat.
Reaksi dari kalangan buruh dan masyarakat luas beragam. Sebagian melihat janji perumahan dan pengurangan komisi sebagai langkah progresif yang dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja informal. Namun, kritikus menyoroti kebutuhan akan detail implementasi, khususnya mekanisme pendanaan pembangunan rumah dan cara pengawasan kepatuhan perusahaan ride‑hailing.
Secara keseluruhan, May Day 2026 menjadi panggung bagi Prabowo Subianto untuk menegaskan agenda pro‑buruhnya, menggabungkan kebijakan struktural, reformasi regulasi, dan simbol budaya dalam satu rangkaian aksi. Keberhasilan agenda ini akan sangat menentukan persepsi publik terhadap kepemimpinan Prabowo menjelang pemilihan berikutnya.