Imbang 1-1 Persiba vs PSS di Stadion Batakan, Drama VAR Kosong dan Peluang Emas Menghiasi Laga
Berita Pilihan 28 April 2026 – Pertandingan babak pertama Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persiba Balikpapan dan PSS Sleman berakhir imbang 1-1 pada Minggu (26/4) di Stadion Batakan. Kedua tim sama-sama mengumpulkan satu poin, namun hasil ini menambah intensitas perebutan tiket promosi ke Liga 1 2026/2027. Laga tersebut dipenuhi dengan peluang emas, gol penting, serta kontroversi ruang VAR yang tampak kosong pada menit ke-50.
Gustavo Tocantins menjadi pelaku serangan pertama PSS Sleman. Pada menit ke-73 ia berhasil menembus pertahanan Persiba dan mencetak gol pembuka, memberi keunggulan 1-0 bagi Laskar Sembada. Gol tersebut tampak meyakinkan, namun keunggulan hanya bertahan selama 16 menit. Di menit ke-89, Beruang Madu menegaskan kembali kemampuan menyerang Persiba dengan gol balasan yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Selain gol, pertandingan menyuguhkan banyak peluang emas. Kedua sisi menciptakan setidaknya tiga serangan langsung ke dalam kotak penalti, namun kurang beruntung dalam konversi akhir. PSS Sleman sempat menguasai lini tengah, sementara Persiba menekan melalui sisi kanan lapangan dengan bantuan Rical Vieri yang akhirnya menjadi pusat kontroversi VAR.
Kontroversi VAR
Pada menit ke-50, wasit utama Naufal Adya Fairuski mengeluarkan kartu kuning terhadap Rical Vieri setelah pelanggaran pada Frederic Injai di dekat kotak penalti. Tak lama kemudian, wasit meminta peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR). Namun, tayangan televisi menunjukkan ruang VAR terlihat kosong, tanpa petugas di dalamnya. Kejadian tersebut memicu pertanyaan publik mengenai keabsahan proses peninjauan.
Saat proses peninjauan selesai, keputusan di lapangan berubah: kartu kuning dibatalkan dan diganti menjadi kartu merah langsung untuk Vieri. Operasional liga, I.League, kemudian memberikan klarifikasi resmi. Direktur Utama Ferry Paulus menegaskan bahwa seluruh perangkat VAR berada pada posisinya dan tidak ada gangguan operasional, menyatakan bahwa tampilan ruang VAR kosong hanyalah masalah pada siaran televisi.
Pernyataan Pelatih
Setelah pertandingan, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan pentingnya menentukan nasib sendiri. “Jika kami mau lolos langsung, kami yang berbuat sendiri. Tidak bergantung kepada tim lain,” ujar Ansyari dalam sesi konferensi pers. Ia juga menyoroti kebutuhan tim untuk tampil lebih agresif di dua laga terakhir, mengingat persaingan ketat di papan atas klasemen.
Klasemen dan Implikasi
Hasil imbang ini membawa kedua tim ke posisi yang sama, masing-masing mengoleksi 53 poin. Namun, PSS Sleman unggul atas Persiba Balikpapan berkat head-to-head dan selisih gol yang lebih baik. Di posisi ketiga, Barito Putera masih berada di belakang dengan 50 poin, menambah tekanan pada Persiba dan PSS untuk mengamankan tiga poin penuh pada sisa laga.
Berikut rangkuman singkat klasemen sementara:
| Posisi | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | PSS Sleman | 53 | +12 |
| 2 | Persiba Balikpapan | 53 | +10 |
| 3 | Barito Putera | 50 | +8 |
Dengan hanya dua pertandingan tersisa, setiap poin sangat berharga. Kedua tim harus mengoptimalkan peluang emas yang masih ada, mengingat sejarah mereka dalam mengubah hasil akhir lewat serangan balik cepat dan eksekusi tendangan bebas.
Secara keseluruhan, babak pertama Persiba vs PSS menampilkan drama sepakbola klasik: gol penentu, peluang yang meleset, serta kontroversi teknologi VAR yang menambah bumbu. Penggemar Liga 2 kini menantikan laga pamungkas yang dapat menentukan siapa yang akan melaju ke Liga 1 musim depan.