Barcelona juara La Liga: 10 kemenangan beruntun & 100 poin dalam genggaman
Berita Pilihan 29 April 2026 – Barcelona kembali berada di puncak klasemen La Liga menjelang pekan akhir musim 2025/2026. Di bawah asuhan pelatih asal Jerman Hansi Flick, tim Catalan telah mencatat sembilan kemenangan beruntun, menyamai catatan terbaiknya bersama klub ini dan menempatkan mereka selangkah lebih dekat menuju gelar pertama sejak 2022.
Kemenangan terbaru atas Getafe pada Minggu lalu menambah poin mereka menjadi 92, cukup dekat dengan target historis 100 poin. Jika Barcelona berhasil mengalahkan Osasuna pada laga pekan ini, mereka akan mencatatkan kemenangan ke-10 beruntun dan menutup musim dengan rekor tertinggi poin dalam sejarah klub.
Pertandingan melawan Osasuna dijadwalkan berlangsung di Camp Nou, namun laporan menyebut suasana di stadion akan terasa “santai”. Pemain dan staf melaporkan suasana kondusif, dengan fokus pada menjaga ritme permainan tanpa tekanan berlebih, seolah-olah mereka sedang menyiapkan pesta kecil di rumah sendiri.
- Jumlah kemenangan beruntun: 10
- Total poin saat ini: 92
- Target poin akhir musim: 100
- Rekor pribadi Hansi Flick: 10 kemenangan berturut‑turut di La Liga
Selain catatan kolektif, beberapa pemain juga menonjol. Penyerang muda Lamine Yamal, yang baru saja kembali dari cedera, kembali menjadi ancaman bagi pertahanan lawan dengan kecepatan dan dribblingnya yang memukau. Di sisi lain, Marcus Rashford yang sempat mencetak gol ketiga untuk Barcelona dalam laga melawan Elche pada musim lalu, menunjukkan kedalaman skuad yang mampu beradaptasi dengan taktik Flick.
Flick sendiri datang ke Barcelona pada musim panas 2024 dengan reputasi mengubah tim menjadi mesin penyerang. Setelah sukses mengantarkan Bayern Munchen meraih gelar Bundesliga dan Champions League, ia membawa filosofi pressing tinggi dan transisi cepat yang kini tampak menghasilkan hasil positif di Spanyol.
Statistik tim menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan bola (62% rata‑rata) serta rata‑rata tembakan ke gawang per pertandingan meningkat menjadi 14, dibandingkan 9 pada awal musim. Pertahanan juga menjadi lebih solid, dengan rata‑rata kebobolan hanya 0,8 gol per laga selama sembilan pertandingan terakhir.
Namun, tantangan tetap ada. Real Sociedad, yang berada di posisi kedua, masih dapat menekan Barcelona bila mereka gagal mengumpulkan tiga poin penuh di laga terakhir. Oleh karena itu, setiap detail pertandingan melawan Osasuna menjadi sangat penting, mulai dari kebijakan pergantian pemain hingga eksekusi standar set‑piece.
Para pendukung di rumah pun menantikan momen bersejarah. Jika Barcelona mengamankan kemenangan, mereka tidak hanya mengukir gelar domestik, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi Flick, yang sebelumnya belum pernah mencapai 100 poin dalam satu musim di liga manapun.
Dengan dukungan fanatik, atmosfer yang tenang, dan tekad untuk menutup musim dengan 100 poin, Barcelona tampak siap mengukir sejarah. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, pekan ini bisa menjadi penanda akhir perjalanan yang gemilang bagi tim sekaligus menegaskan status Hansi Flick sebagai pelatih paling sukses dalam era modern La Liga.