Berita Pilihan

Vaksin Trivalent: Perlindungan Kritis bagi Anak & Lansia dari Influenza Mematikan

admin ·
Vaksin Trivalent: Perlindungan Kritis bagi Anak & Lansia dari Influenza Mematikan

Berita Pilihan 28 April 2026 – Influenza sering disamakan dengan flu biasa atau common cold, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar yang berimplikasi pada tingkat keparahan penyakit. Influenza disebabkan oleh virus tipe A dan B yang dapat menimbulkan demam tinggi, nyeri otot, dan komplikasi serius seperti pneumonia, radang paru, jantung, bahkan otak. Sementara itu, common cold disebabkan oleh rhinovirus dengan gejala ringan seperti bersin, batuk ringan, dan demam ringan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa influenza tidak boleh dianggap remeh, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., mengingatkan bahwa virus influenza memiliki kemampuan mutasi tinggi, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyebabkan wabah yang lebih luas. “Influenza dapat menyebabkan demam tinggi, radang paru, radang jantung, bahkan radang otak. Berbeda dengan flu biasa yang hanya bersin-bersin,” ujarnya dalam acara Media Brief yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, di Jakarta Pusat pada 23 April 2026.

Baca juga:

Dr. Kanya Ayu, Sp.A, menambahkan bahwa komplikasi influenza dapat berujung pada kegagalan organ, termasuk gagal ginjal dan hati, serta memaksa pasien masuk ICU dengan bantuan pernapasan. “Kasus-kasus berat seperti itu menuntut penanganan sejak dini, dan vaksinasi merupakan langkah preventif yang paling efektif,” tegasnya.

Sejak 2020, dunia kesehatan mencatat bahwa strain virus influenza B/Yamagata tidak lagi beredar secara global. Hal ini mendorong World Health Organization (WHO) untuk merekomendasikan transisi dari vaksin quadrivalent (empat strain) ke vaksin trivalent (tiga strain) yang tetap mencakup dua strain A (H1N1 dan H3N2) serta satu strain B (Victoria). Beberapa studi menunjukkan bahwa vaksin trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang setara dengan vaksin quadrivalent.

Keunggulan vaksin trivalent terletak pada kesesuaiannya dengan pola sirkulasi virus yang aktual, sehingga dapat memberikan perlindungan optimal tanpa menambahkan komponen yang tidak diperlukan. Vaksin ini juga lebih terjangkau dan lebih mudah diproduksi, yang menjadi pertimbangan penting bagi negara berkembang dalam upaya memperluas cakupan imunisasi.

Baca juga:

Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memiliki tantangan besar dalam menurunkan angka rawat inap dan kematian akibat influenza. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa tiap tahun influenza menyebabkan ribuan kematian, khususnya pada anak di bawah lima tahun dan lansia di atas 65 tahun. Vaksinasi tahunan menjadi strategi utama untuk menurunkan beban tersebut.

Kalbe Farma, melalui anak usahanya Kalventis, berkomitmen menyediakan vaksin trivalent yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, menegaskan pentingnya ketersediaan vaksin ini untuk mencegah perburukan penyakit, rawat inap, dan kematian. “Langkah ini sejalan dengan tema World Immunization Week, ‘For Every Generation, Vaccines Work’, yang menekankan manfaat vaksin di segala usia,” ujarnya.

Implementasi program vaksinasi harus dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun, mengingat virus influenza terus bermutasi. Pemerintah dan sektor swasta diharapkan bekerja sama dalam kampanye edukasi, memperluas akses vaksin, serta memprioritaskan kelompok rentan. Orang tua disarankan untuk tidak menunda vaksinasi anak, sementara lansia diminta untuk rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga:

Secara keseluruhan, perbedaan antara influenza dan common cold tidak hanya terletak pada gejala, melainkan pada potensi komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Vaksin trivalent menjadi senjata utama dalam melindungi anak-anak dan lansia dari risiko tersebut, sekaligus mengurangi beban kesehatan nasional. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap jadwal vaksinasi tahunan, Indonesia dapat menurunkan angka kematian akibat influenza secara signifikan.