Berita Pilihan

Terkuak! Identitas Cole Tomas Allen, Tersangka Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih

admin ·
Terkuak! Identitas Cole Tomas Allen, Tersangka Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih

Berita Pilihan 27 April 2026 – Washington, 27 April 2026 – Pada Sabtu malam, 25 April 2026, sebuah insiden menembak menggemparkan White House Correspondents’ Dinner yang digelar di Washington Hilton. Penyelidikan awal mengidentifikasi seorang pria berusia 31 tahun bernama Cole Tomas Allen sebagai tersangka utama. Identitasnya yang beragam — lulusan teknik mesin Caltech, master ilmu komputer, pengembang game indie, dan guru paruh waktu — menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai motif dan persiapan aksi tersebut.

Menurut laporan kepolisian Metropolitan Washington DC, Allen menginap di Washington Hilton pada malam kejadian. Penyelidikan mengungkap bahwa ia melakukan perjalanan darat dari Los Angeles ke Chicago, kemudian melanjutkan ke Washington DC menggunakan kereta api sebelum check‑in di hotel. Pada malam acara, ia diduga merakit senjata di dalam kamar hotel dan membawa senapan pendek serta pistol ketika memasuki area perjamuan utama.

Baca juga:

Ketika Allen berusaha menembus pos keamanan, agen United States Secret Service menanggapi dengan tembakan balasan. Senjata yang dibawa pelaku melukai beberapa agen keamanan di luar ruang perjamuan. Acara yang dihadiri oleh Presiden Donald Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta sejumlah pejabat kabinet, sempat terhenti sejenak ketika tamu‑tamu bersembunyi di bawah meja dan kursi.

Berikut profil singkat Cole Tomas Allen yang terungkap dari berbagai sumber:

  • Asal‑usul: Torrance, California, wilayah pinggiran Los Angeles.
  • Pendidikan: Sarjana Teknik Mesin, California Institute of Technology (Caltech) tahun 2017; Master Ilmu Komputer, California State University, Dominguez Hills tahun 2025.
  • Karier: Mantan insinyur mekanik di IJK Controls, South Pasadena; asisten pengajar di Caltech; pengembang game indie dengan studio “Ice‑Forged Games” yang merilis game “Bohrdom” pada 2018; guru paruh waktu di C2 Education, Torrance, dengan penghargaan “Teacher of the Month” Desember 2024.
  • Aktivitas lain: Kontributor riset di Jet Propulsion Laboratory NASA; pengembangan prototipe sistem rem darurat untuk kursi roda; sumbangan politik sebesar $25 untuk kampanye Kamala Harris pada Oktober 2024.

Penjabat Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyatakan penyidik masih menyelidiki apakah Allen merakit senjata di dalam kamar hotel atau membawanya dari luar. Ia menegaskan bahwa semua jejak digital, termasuk profil LinkedIn dan riwayat pembelian senjata, sedang diperiksa secara menyeluruh.

Baca juga:

Presiden Donald Trump dalam pernyataannya di platform Truth Social menyebut pelaku sebagai “orang yang sakit” dan menegaskan bahwa proses hukum akan segera dijalankan. Sementara itu, Secret Service menambahkan bahwa tidak ada ancaman terorganisir yang terdeteksi; tindakan tersebut tampaknya dilakukan secara mandiri.

Motif di balik penembakan masih menjadi teka‑teki. Beberapa analis menyarankan faktor psikologis, sementara lainnya mempertimbangkan kemungkinan konflik pribadi atau ideologi radikal. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap catatan akademik, riwayat pekerjaan, dan interaksi media sosial Allen diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas.

Insiden ini menambah daftar kasus ancaman terhadap keamanan pejabat tinggi Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian serupa menimbulkan tekanan pada kebijakan keamanan di acara‑acara publik, terutama yang melibatkan tokoh politik terkemuka.

Baca juga:

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa agen keamanan melaporkan luka ringan akibat tembakan balasan. Allen kini berada di tahanan FBI dan akan menghadapi proses peradilan yang kemungkinan akan melibatkan tuduhan pelanggaran senjata api, percobaan pembunuhan, serta tindakan mengancam keamanan federal.

Kasus ini menjadi sorotan internasional, mengingat latar belakang akademis dan profesional Cole Tomas Allen yang cukup mengesankan. Publik menantikan perkembangan penyelidikan, termasuk apakah ada jaringan atau pendukung yang terlibat di balik aksi tersebut.