Berita Pilihan

Penembakan Trump di Gedung Putih: Presiden Tak Gentar, Siap Menangkan Perang Iran

admin ·
Penembakan Trump di Gedung Putih: Presiden Tak Gentar, Siap Menangkan Perang Iran

Berita Pilihan 27 April 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan tegas usai selamat dari insiden penembakan yang mengguncang White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam, 25 April 2026. Setelah dievakuasi bersama istri, Melania, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, Trump menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan menghalangi rencananya untuk “memenangkan perang di Iran”.

Acara tahunan yang berlangsung di Washington Hilton itu tiba-tiba berubah menjadi momen panik ketika terdengar suara tembakan di luar ballroom. Hadirin, termasuk jurnalis, selebritas, dan pejabat pemerintah, langsung berlari bersembunyi di bawah meja atau berbaring di lantai. Agen Secret Service dengan cepat mengevakuasi Trump, Melania, Wakil Presiden JD Vance, serta anggota kabinet seperti Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy, dan Ketua DPR Mike Johnson.

Baca juga:

Dalam konferensi pers singkat di Gedung Putih, Trump menyampaikan: “Ini tidak akan menghentikan saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah ada hubungannya dengan itu, tapi berdasarkan apa yang kami ketahui, saya rasa tidak.” Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan motif penembak, yang ia sebut sebagai “lone wolf”.

Pelaku penembakan, Cole Tomas Allen, 31 tahun, warga California, berhasil ditangkap di tempat kejadian. Allen dikenal sebagai guru paruh waktu di C2 Education dan pengembang video game. Lulusan California Institute of Technology (2017) dengan gelar teknik mesin serta master ilmu komputer dari California State University‑Dominguez Hills. Tidak ada catatan luka pada korban; semua yang berada di lokasi berhasil dievakuasi dengan selamat.

Berikut ini adalah rangkaian evakuasi yang dilakukan:

Baca juga:
  • Presiden Donald Trump
  • Melania Trump
  • Wakil Presiden JD Vance
  • Menteri Keuangan Scott Bessent
  • Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy
  • Kepala DPR Mike Johnson

Setelah penembakan, Trump mengunggah pernyataan di platform sosialnya, Truth Social, memuji respons cepat aparat keamanan: “Dinas Rahasia dan Penegak Hukum melakukan pekerjaan fantastis, mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku penembakan telah ditangkap.”

Reaksi internasional pun mengalir. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan lega atas keselamatan para tamu. Australia, melalui Perdana Menteri Anthony Albanese, memuji respons cepat Secret Service. Uni Eropa, lewat Kepala Diplomasi Kaja Kallas, menegaskan bahwa kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi. Pemimpin lain seperti Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri India Narendra Modi, semua mengirimkan doa dan harapan agar Trump serta tamu lainnya tetap aman.

Dalam konteks geopolitik, Trump sebelumnya membatalkan kunjungan ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran, menyatakan kurangnya kepercayaan pada posisi negosiasi Teheran setelah hampir dua bulan konflik. Pernyataan tegasnya setelah penembakan menegaskan kembali tekadnya untuk tidak mundur dari kebijakan luar negeri yang agresif terhadap Tehran.

Baca juga:

Penyelidikan federal menuntut Allen dengan tuduhan penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal. Sidang pembacaan dakwaan dijadwalkan pada Senin berikutnya di pengadilan distrik Washington.

Secara keseluruhan, insiden ini menyoroti kerentanan keamanan bahkan pada acara paling bergengsi di ibu kota Amerika. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut menambah ketegangan dalam hubungan AS‑Iran serta menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan keamanan dalam melindungi pejabat tinggi.

Trump menutup konferensinya dengan menegaskan bahwa Amerika tidak akan membiarkan aksi kekerasan mengubah arah kebijakan luar negeri negara itu, khususnya terkait konflik yang sedang berlangsung di Iran.