Berita Pilihan

Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Depan, Analisis Lengkap Faktor Global dan Proyeksi Harga

admin ·
Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Depan, Analisis Lengkap Faktor Global dan Proyeksi Harga

Berita Pilihan 27 April 2026 – Harga emas diproyeksikan akan bergerak naik pada pekan depan, dengan kisaran antara Rp 2,800,000 hingga Rp 2,980,000 per gram. Prediksi ini didukung oleh analisis menyeluruh terhadap sentimen global, pergerakan indeks dolar AS, harga minyak dunia, serta dinamika geopolitik yang masih bergejolak.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia berada pada level USD 4,708 per troy ons, setara dengan Rp 2,845,000 per gram di pasar domestik. Bila harga emas turun, level support pertama diperkirakan berada di USD 4,651 per ons (sekitar Rp 2,800,000 per gram), sedangkan support kedua berada di USD 4,520 per ons (sekitar Rp 2,790,000 per gram). Sebaliknya, bila menguat, resistance pertama berada di USD 4,779 per ons (Rp 2,865,000 per gram) dan resistance kedua di USD 4,232 per ons (Rp 2,980,000 per gram).

Baca juga:
Level USD per troy ons Rupiah per gram
Support 1 4,651 2,800,000
Support 2 4,520 2,790,000
Resistance 1 4,779 2,865,000
Resistance 2 4,232 2,980,000

Faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas meliputi:

  • Geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara AS, Iran, dan Israel.
  • Kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat serta keputusan suku bunga.
  • Pergerakan indeks dolar AS yang diproyeksikan mencapai level 102,50 pada pekan depan.
  • Harga minyak dunia yang diperkirakan naik ke USD 82,60 per barel, dengan potensi mencapai USD 107,40.
  • Permintaan cadangan emas oleh bank sentral, terutama negara-negara BRICS yang semakin meningkatkan kepemilikan logam mulia.

Geopolitik menjadi sorotan utama. Ibrahim menilai bahwa minggu depan dapat menjadi titik krusial apabila Amerika Serikat mengupayakan pertemuan kembali dengan Iran di Pakistan. Meskipun Presiden AS mengekspresikan kesiapan untuk menghancurkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz, ada pula sinyal gencatan senjata permanen. Di sisi lain, Iran menolak pertemuan tersebut karena menilai AS melanggar gencatan dengan penangkapan kapal tanker Iran. Israel terus melakukan serangan di Lebanon Selatan, menambah ketegangan regional.

Baca juga:

Di pasar valuta, indeks dolar AS ditutup pada 96,60 pada akhir pekan, dan diperkirakan akan menguat menuju 102,50. Penguatan dolar biasanya menekan harga emas, namun dalam skenario ini, kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi dapat mengimbangi tekanan tersebut, sehingga emas tetap menarik sebagai aset safe haven.

Bank sentral negara-negara BRICS, termasuk China, Rusia, dan India, tengah meningkatkan cadangan emas mereka sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Ibrahim menilai bahwa langkah ini akan menambah permintaan fondamental bagi logam mulia, mendukung tren kenaikan harga.

Baca juga:

Secara keseluruhan, meskipun ada potensi penurunan singkat, analisis menunjukkan bahwa harga emas memiliki peluang lebih besar untuk menguji level resistance pertama di Rp 2,865,000 per gram, dengan kemungkinan melanjutkan ke level tertinggi Rp 2,980,000 bila faktor-faktor fundamental tetap mendukung.

Investor disarankan memantau perkembangan indeks dolar, harga minyak, serta perkembangan politik di Timur Tengah untuk menilai arah pergerakan selanjutnya. Penempatan stop loss pada level support pertama atau kedua dapat memberikan proteksi bila pasar berbalik arah.