Berita Pilihan

Kabar Duka: Jemaah Tegal Wafat di Madinah Akibat Sesak Napas dan Henti Jantung

admin ·
Kabar Duka: Jemaah Tegal Wafat di Madinah Akibat Sesak Napas dan Henti Jantung

Berita Pilihan 27 April 2026 – Seorang jemaah haji asal Tegal, Rodiyah binti Wayan (68), meninggal dunia di Madinah pada Kamis (23/4/2026) pukul 11.45 waktu setempat. Kejadian tragis ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan umat Islam Indonesia serta menegaskan pentingnya pengawasan medis bagi lansia yang menunaikan ibadah haji.

Rodiyah termasuk dalam kloter SOC 03 Embarkasi Solo yang berangkat pada 20 April 2026. Setibanya di Tanah Suci pada 25 April, ia bersama ratusan jemaah lainnya menjalani fase awal ibadah, termasuk thawaf di Masjidil Haram dan ziarah ke Madinah. Namun, tak lama setelah tiba di kota suci, kondisi kesehatan Rodiyah mulai menurun. Menurut Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, jemaah tersebut mengalami sesak napas yang semakin parah, diikuti dengan henti jantung pada hari kematiannya.

Baca juga:

Berikut kronologi singkat peristiwa tersebut:

  • 20 April 2026: Keberangkatan kloter SOC 03 dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, dengan 68 jemaah termasuk Rodiyah binti Wayan.
  • 25 April 2026: Kedatangan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali; Rodiyah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
  • 26 April 2026: Rodiyah melaporkan rasa tidak nyaman pada pernapasan saat berada di Madinah; tim medis PPIH melakukan observasi.
  • 23 April 2026 (pukul 11.45 WAS): Rodiyah dinyatakan wafat akibat sesak napas dan henti jantung; jenazah akan dimakamkan di Makam Baqi.

Pihak PPIH Embarkasi Solo segera mengaktifkan prosedur penanganan kematian, termasuk koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh Certificate of Death (COD) serta proses asuransi bagi ahli waris. Badan Badal Haji juga ditunjuk untuk melaksanakan ibadah pengganti atas nama almarhum, memastikan hak spiritualnya tetap terpenuhi.

Fitriyanto menekankan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi semua jemaah, khususnya yang berusia lanjut, untuk tidak memaksakan diri dalam menjalankan rangkaian ibadah yang fisiknya berat. Ia menambahkan bahwa tim medis PPIH telah menyiapkan delapan jemaah dalam perawatan intensif, tiga di antaranya dirujuk ke RS Moewardi, dua ke RSUP Surakarta, dan tiga lainnya berada dalam observasi di Poliklinik Embarkasi.

Baca juga:

Selain tragedi yang menimpa Rodiyah, beberapa kasus serupa juga dilaporkan pada periode yang sama. Jemaah haji lansia asal Gowa, Sulawesi Selatan, meninggal dua hari setelah tiba di Madinah karena septic shock, sementara jemaah asal Pasuruan, Jawa Timur, wafat karena sesak napas. Kasus-kasus tersebut menegaskan bahwa faktor usia, komorbiditas, dan iklim kering Arab Saudi menjadi tantangan utama bagi kesehatan jemaah.

PPIH menegaskan komitmennya untuk meningkatkan layanan kesehatan, termasuk penyediaan fasilitas medis yang memadai di setiap asrama, pemantauan rutin tekanan darah, kadar gula, serta edukasi penggunaan masker untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan. “Kami terus mengingatkan jemaah untuk memperhatikan kondisi fisik, menghindari aktivitas berlebihan, serta melaporkan gejala sesegera mungkin,” ujar Fitriyanto.

Dalam rangka menutup rangkaian ibadah, tim PPIH juga mengatur proses pemakaman almarhum di Makam Baqi, Madinah, yang akan dilakukan sesuai protokol Saudi. Keluarga Rodiyah di Tegal diharapkan dapat menerima dukungan konsular dan bantuan administratif dari KBRI serta Badan Penyelenggara Haji Indonesia.

Baca juga:

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan jemaah haji, khususnya yang berusia lanjut, agar dapat melaksanakan ibadah dengan aman, sehat, dan khusyuk.