Berita Pilihan

Indonesia Berduka: Praka Rico Gugur di Lebanon, Kemlu Sampaikan Belasungkawa Nasional

admin ·
Indonesia Berduka: Praka Rico Gugur di Lebanon, Kemlu Sampaikan Belasungkawa Nasional

Berita Pilihan 26 April 2026 – Praja Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Kontingen Garuda yang ditempatkan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meninggal dunia pada Jumat, 24 April 2026 pukul 10.32 waktu setempat (14.32 WIB) setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di Rumah Sakit St. George, Beirut. Almarhum mengalami luka berat ketika pos penugasan kontingen Indonesia di kota Adshit al‑Qusyar, Lebanon Selatan, terkena serangan artileri pada 29 Maret 2026. Kejadian tersebut menambah daftar korban TNI di wilayah misi UNIFIL menjadi empat orang.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka mendalam melalui akun Instagram resmi, menuliskan, “Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam.” Pernyataan tersebut menegaskan penghargaan tinggi negara terhadap pengorbanan prajurit yang telah mengabdi demi keamanan internasional.

Baca juga:

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dalam konferensi pers virtual pada 26 April 2026, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memberikan bela sungkawa yang sedalam‑dalamnya kepada keluarga almarhum serta seluruh rakyat Indonesia. Ia menambahkan, “Negara hadir untuk memberikan penghormatan setinggi‑tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia, serta terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah yang cepat dan penuh hormat.”

Reaksi internasional juga mengalir, termasuk dari Kedutaan Besar Qatar di Jakarta. Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform X pada 25 April 2026, Kedubes Qatar menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia dan memuji pengorbanan Praka Rico dalam menjaga stabilitas regional. “Kami menegaskan solidaritas penuh dengan Indonesia atas kehilangan tersebut,” bunyi kutipan resmi Kedubes.

Baca juga:

Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian PBB di wilayah konflik. Sejak serangan artileri pada 29 Maret, tiga prajurit TNI lainnya—Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon—telah gugur. Penyerangan tersebut diduga berasal dari militer Israel, meski penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.

  • Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
  • Sersan (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan
  • Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
  • Praja Kepala (Praka) Rico Pramudia

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan tim khusus untuk mengurus proses repatriasi jenazah Praka Rico. Koordinasi melibatkan UNIFIL, otoritas Lebanon, serta rumah sakit di Beirut guna memastikan prosedur pemulangan berjalan lancar dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga:

Selain menunggu jenazah kembali ke tanah air, pemerintah juga menuntut penyelidikan internasional yang transparan terkait serangan artileri yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian. Indonesia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap personel PBB merupakan kejahatan perang dan harus diproses sesuai hukum internasional.

Dengan berakhirnya perjuangan medis, Praka Rico menjadi simbol keberanian TNI dalam menjalankan misi perdamaian global. Kehilangan ini mengukuhkan tekad bangsa untuk terus memperjuangkan keamanan dan keadilan di panggung internasional, sekaligus mengingatkan dunia akan pentingnya perlindungan bagi mereka yang berani menginjakkan kaki di zona konflik.