Mayjen Piek Budyakto Lantik 137 Bintara Infanteri, Tekankan Disiplin dan Kesiapan Hadapi Dinamika Tugas
Berita Pilihan 26 April 2026 – Mayjen (Pol) Piek Budyakto, Panglima Kodam IX/Udayana, memimpin upacara pelantikan 137 bintara infanteri di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Rindam IX/Udayana, Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 April 2026. Acara tersebut menandai selesainya Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran, sekaligus menegaskan kesiapan pasukan baru sebagai tulang punggung Angkatan Darat.
Para prajurit yang dilantik merupakan lulusan program intensif yang mencakup pelatihan taktis, fisik, serta pembekalan nilai-nilai keprajuritan. Selama tiga bulan, mereka menjalani pendidikan yang menuntut ketangguhan mental, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman mendalam tentang taktik infanteri modern. Dengan latar belakang tersebut, mereka siap mengisi berbagai posisi penting, mulai dari pengamanan wilayah hingga operasi penanggulangan konflik di daerah rawan.
Dalam sambutan yang tegas, Mayjen Piek Budyakto menegaskan bahwa kedisiplinan adalah pondasi utama bagi setiap prajurit. Ia menekankan bahwa bintara infanteri harus menjadi contoh profesionalisme, siap berkorban, dan selalu menjaga integritas di setiap penugasan. “Kita berada di tengah dinamika tugas yang terus berubah; oleh karena itu, setiap bintara harus memiliki kesiapan fisik, mental, dan moral yang tinggi,” ujarnya.
- Disiplin ketat dalam setiap tugas
- Profesionalisme sebagai standar utama
- Ketangguhan mental menghadapi dinamika operasi
- Kepekaan terhadap masyarakat sekitar dan nilai kemanusiaan
Mayjen Budyakto juga menyoroti pentingnya kedekatan antara militer dan rakyat. Ia mengingatkan para bintara bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada medan perang, tetapi juga dalam membantu pembangunan dan penanggulangan bencana di wilayah Bali dan sekitarnya. Sikap responsif serta rasa empati terhadap masyarakat dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas mereka.
Harapan Panglima Kodam IX/Udayana terhadap 137 bintara baru sangat tinggi. Ia berharap mereka dapat menjadi garda terdepan yang tidak hanya menguasai taktik, tetapi juga mampu memimpin, menginspirasi, serta menjadi teladan bagi rekan-rekan sesama. Dengan landasan nilai-nilai keprajuritan yang kuat, diharapkan mereka dapat berkontribusi secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara serta menegakkan stabilitas regional.
Upacara pelantikan diakhiri dengan pengucapan sanggahan, di mana seluruh 137 bintara menandatangani janji setia kepada negara, TNI, dan bangsa Indonesia. Sesi tersebut menegaskan kembali komitmen mereka untuk melaksanakan tugas dengan integritas dan dedikasi penuh. Dengan semangat baru, mereka siap menapaki tantangan di masa depan, menjaga keamanan, dan melindungi kepentingan nasional.