Berita Pilihan

Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung, Kemenhaj Ungkap Penanganan Kesehatan

admin ·
Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung, Kemenhaj Ungkap Penanganan Kesehatan

Berita Pilihan 25 April 2026 – Seorang jemaah haji asal Solo, yang tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Solo, meninggal dunia di kota suci Madinah pada 23 April 2026. Kejadian ini menambah duka di kalangan jemaah haji Indonesia yang tengah melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Almarhum Ibu Rodiyah Wayan, berusia 68 tahun, berasal dari Pagongan RT 05/01 Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Ia berangkat bersama rombongan Kloter 3 SOC (Solo) pada Rabu, 22 April 2026, dengan pesawat yang lepas landas dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali pukul 18.53 WIB. Sesampainya di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Ibu Rodiyah dilaporkan mengalami keluhan sesak napas segera setelah turun dari pesawat.

Baca juga:

Tim medis di bandara melakukan pemeriksaan awal dan kemudian merujuknya ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Selama proses perawatan, kondisi kesehatannya semakin menurun dan tidak menunjukkan respons yang membaik. Pada pukul 11.45 waktu Arab Saudi, petugas medis menyatakan almarhumah telah wafat. Jenazahnya kemudian dimakamkan di makam Baqi, Madinah, sesuai prosedur yang berlaku.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa kasus Ibu Rodiyah merupakan salah satu contoh risiko kesehatan yang dihadapi jemaah haji. Hingga 24 April 2026, tercatat sebanyak 93 jemaah haji Indonesia yang harus menjalani perawatan rawat jalan di Tanah Suci. Mayoritas di antaranya menderita penyakit komorbid seperti hipertensi serta kelelahan akibat perjalanan panjang. Selain itu, terdapat dua jemaah yang dirawat di KKHI dan satu lagi dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga:

David Jafar Saputra, Wakil Kepala Bidang Perbekalan dan PIC Humas PPIH Embarkasi Solo, menambahkan bahwa keberangkatan Kloter 3 telah dilaksanakan dengan prosedur standar, namun kondisi kesehatan Ibu Rodiyah menurun drastis sesaat setelah mendarat. Ia menyampaikan bahwa almarhumah akan dibadalhajikan serta memperoleh asuransi jemaah haji sesuai regulasi yang berlaku.

Kemenhaj menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan di Tanah Suci, termasuk adanya klinik-klinik yang beroperasi 24 jam, kerja sama dengan rumah sakit setempat, serta penempatan tim medis khusus untuk melayani kebutuhan jemaah Indonesia. Upaya pencegahan meliputi pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebugaran, serta penyediaan asuransi yang mencakup risiko medis selama ibadah.

Baca juga:

Komunitas di Solo dan Kabupaten Tegal menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Banyak warga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan pra-keberangkatan, terutama bagi jemaah yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat penyakit kronis. Beberapa tokoh masyarakat juga mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat program monitoring kesehatan sebelum keberangkatan haji.

Kasus meninggalnya Ibu Rodiyah Wayan menegaskan bahwa meskipun Kemenhaj telah menyiapkan infrastruktur medis yang memadai, faktor usia dan kondisi kesehatan individu tetap menjadi tantangan utama. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kesehatan, memperluas cakupan pemeriksaan pra-keberangkatan, serta memastikan penanganan medis yang cepat dan tepat di setiap titik perjalanan haji.