Berita Pilihan

Cuaca Makkah Meroket 43°C: Jemaah Haji Indonesia Dihimbau Atur Aktivitas Siang Hari

admin ·
Cuaca Makkah Meroket 43°C: Jemaah Haji Indonesia Dihimbau Atur Aktivitas Siang Hari

Berita Pilihan 04 Mei 2026 – Hari ini, Minggu 3 Mei 2026, suhu di Makkah diprediksi mencapai puncak ekstrem 43 derajat Celcius pada siang hari. Data Early Warning System (EWS) yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah, dengan acuan dari AccuWeather, menegaskan lonjakan suhu yang signifikan dari pagi hingga malam.

Suhu pagi pada waktu setempat tercatat sekitar 26°C, kemudian naik tajam menjadi 43°C pada puncak siang. Menjelang sore, suhu sedikit meredup menjadi 39°C dan pada malam hari kembali stabil di kisaran 34°C. Kelembaban rata-rata hanya 17%, menandakan kondisi udara yang sangat kering dan meningkatkan risiko dehidrasi bagi siapa pun yang beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga:
Waktu Suhu (°C)
Pagi 26
Siang 43
Sore 39
Malam 34

Kecepatan angin di wilayah tersebut relatif ringan, berkisar sekitar 10 kilometer per jam, sehingga tidak cukup untuk menurunkan suhu permukaan secara signifikan. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan suhu maksimum berpotensi mendekati 44°C pada puncak musim panas.

Dalam situasi ekstrem ini, Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan sejumlah imbauan penting untuk jemaah haji Indonesia. Lansia dan jamaah dengan penyakit komorbid disarankan untuk melaksanakan ibadah di hotel, menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terpanas. Penggunaan pelembap kulit, masker, serta semprotan air pada tubuh menjadi langkah preventif yang disarankan.

Baca juga:
  • Minum air putih atau air zamzam minimal 200 mililiter per jam, tanpa menunggu rasa haus.
  • Gunakan oralit bila diperlukan untuk menambah elektrolit.
  • Hindari aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00–16.00 WIB.
  • Kenakan pakaian yang longgar, berwarna terang, dan topi atau penutup kepala.
  • Segera laporkan gejala dehidrasi atau kelelahan kepada petugas kesehatan.

Sejumlah data kesehatan menunjukkan bahwa hingga hari ini, sebanyak 6.823 jemaah telah menerima layanan rawat jalan, 117 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 141 dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Tujuh jemaah dilaporkan meninggal, mayoritas karena serangan jantung dan pneumonia, menegaskan pentingnya kepedulian terhadap faktor cuaca ekstrem.

Jemaah haji yang masih berada di Madinah diperkirakan akan memasuki Makkah dalam beberapa hari ke depan, sehingga persiapan menghadapi Cuaca Makkah yang panas harus dimulai lebih awal. Penataan jadwal shalat Jumat pertama di Makkah, serta koordinasi transportasi bus shalawat, harus memperhatikan jam-jam paling sejuk, biasanya pada pagi atau senja.

Baca juga:

Kesadaran akan bahaya dehidrasi dan kelelahan panas menjadi kunci utama agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan aman. Pemerintah Indonesia terus memantau kondisi cuaca dan kesehatan jemaah, serta menyediakan fasilitas medis yang siap menanggapi setiap keadaan darurat.