Tottenham Degradasi? Drama Hindari Degradasi di Premier League Memanas
Berita Pilihan 22 April 2026 – Persaingan di bagian bawah klasemen Premier League 2025/2026 semakin sengit. Tottenham Hotspur, West Ham United, Nottingham Forest, dan Leeds United berjuang keras menghindari zona merah. Tottenham degradasi menjadi ancaman nyata setelah serangkaian hasil buruk.
Setelah imbang 1-1 melawan Brighton & Hove Albion pada pekan 33, Spurs masih tertinggal dua poin dari West Ham yang menempati batas zona aman. Kekalahan di menit akhir menambah tekanan pada pelatih Roberto De Zerbi, yang sebelumnya menyatakan timnya mampu meraih lima kemenangan beruntun. Namun data menunjukkan sebaliknya: Spurs belum meraih kemenangan dalam 15 pertandingan liga, hanya mengumpulkan enam poin sejak akhir Desember.
Sementara itu, rival sekutu West Ham United juga mengalami kesulitan. Nuno Espirito Santo mengakui bahwa pertarungan zona merah “pasti akan berlangsung hingga akhir musim”. West Ham hanya berhasil mengumpulkan satu poin dari dua laga terakhir setelah imbang melawan Crystal Palace.
Statistik lima tim yang terlibat dalam pertempuran zona merah menunjukkan perbedaan tajam:
| Tim | Poin 12 laga terakhir |
|---|---|
| West Ham United | 19 |
| Nottingham Forest | 18 |
| Leeds United | 18 |
| Tottenham Hotspur | 6 |
Leeds United dan Nottingham Forest kini berada di zona yang relatif lebih aman setelah masing‑masing meraih dua kemenangan beruntun. Kedua tim tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, sehingga jarak mereka dari zona merah terus melebar.
Jadwal sisa lima pekan menjadi faktor penentu nasib Spurs. Laga selanjutnya melawan Wolverhampton Wanderers, yang sudah dipastikan akan terdegradasi, memberi peluang bagi Tottenham untuk mengakhiri rekor terburuk tanpa kemenangan di liga. Jika berhasil, Spurs masih harus menghadapi Leeds United, Aston Villa, Chelsea, dan Everton. Pertarungan melawan Leeds dianggap krusial karena selisih poin hanya dua.
- Pe 24/04: Tottenham vs Wolverhampton Wanderers (kandang)
- Pe 27/04: Tottenham vs Leeds United (tandang)
- Pe 01/05: Tottenham vs Aston Villa (kandang)
- Pe 04/05: Tottenham vs Chelsea (tandang)
- Pe 07/05: Tottenham vs Everton (kandang)
Para pemain kunci seperti Richarlison, yang kembali fit setelah cedera hamstring, diharapkan memberikan dorongan ofensif. Namun, tekanan mental menjadi sorotan utama De Zerbi. Ia menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan diri di tengah sorotan media dan kekecewaan suporter.
Di sisi lain, postur kompetitif klub lain tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. West Ham terus mengumpulkan poin penting, sementara Forest dan Leeds tetap konsisten. Jika Spurs gagal mengamankan tiga poin melawan Wolves, mereka akan kembali berada di ambang zona merah dengan hanya tiga pertandingan tersisa.
Dengan statistik yang tidak mendukung, tekanan pada pelatih dan pemain Tottenham semakin meningkat. Postecoglou, mantan pelatih Leicester, bahkan pernah menyatakan bahwa situasi klub “sangat menyakitkan” dan membutuhkan upaya ekstra untuk menghindari degradasi. Meski demikian, De Zerbi tetap optimis, menegaskan bahwa semangat juang tim dapat mengubah arah cerita.
Kesimpulannya, drama menghindari degradasi Premier League menjelang pekan terakhir semakin memanas. Tottenham degradasi menjadi kemungkinan yang tidak dapat diabaikan, namun peluang masih terbuka asalkan Spurs mampu memanfaatkan jadwal yang relatif bersahabat dan mengembalikan performa tim dalam lima laga terakhir.