Bojan Hodak Kecam Kesalahan Persib, Imbang 2-2 vs Dewa United: Apa yang Salah?
Berita Pilihan 22 April 2026 – Pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026) berakhir dengan hasil imbang 2-2 antara Persib Bandung dan Dewa United. Meskipun Maung Bandung berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol, pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, tak bisa menahan kekecewaannya. Ia menyoroti serangkaian kesalahan elementer yang membuat timnya kebobolan awal dan menghambat peluang mencetak lebih banyak gol.
Gol pertama Dewa United tercipta pada menit ke-24 melalui Alex Martins Ferreira. Hodak menilai gol tersebut lahir karena kelengahan pemain belakang Persib yang mengira bola sudah keluar lapangan. “Gol pertama seperti anak kecil yang berhenti bermain karena mengira bola keluar,” ujarnya dalam konferensi pers. Gol kedua pada menit ke-61, dicetak Ricky Kambuaya, juga muncul dari kesalahan individu, yakni kurangnya konsentrasi dalam mengawal bola di area pertahanan.
Setelah terpaksa mengejar ketertinggalan, Persib menunjukkan perlawanan. Thom Haye mengeksekusi penalti pada menit ke-77, mengurangi selisih menjadi satu. Selanjutnya, Andrew Jung menyundul bola pada menit ke-86, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Meskipun hasil imbang mempertahankan posisi Persib di peringkat kedua klasemen dengan 65 poin, Bojan Hodak menegaskan bahwa kebangkitan tidak cukup menutupi celah-celah dasar yang masih ada.
Berikut beberapa poin kritis yang diangkat Bojan Hodak setelah pertandingan:
- Kelengahan di lini belakang: Pemain terlalu cepat menganggap bola keluar, sehingga memberi ruang bagi lawan untuk mencetak gol pertama.
- Kesalahan individu pada fase transisi: Gol kedua muncul dari kurangnya komunikasi dan koordinasi saat mengantisipasi serangan balik.
- Keterbatasan finishing di peluang emas: Pada menit ke-80, Frans Putros memperoleh peluang satu lawan satu dengan kiper Dewa United namun gagal menambah skor.
- Kurangnya pressing kolektif: Tim tidak mampu menekan lawan secara konsisten, memberi ruang bagi Dewa United mengatur tempo permainan.
Selain menilai performa tim, Bojan Hodak juga mengkritik kepemimpinan wasit Yoko Supriatno. Menurutnya, keputusan kontroversial pada gol pertama, di mana bola tampak sudah keluar lapangan namun tetap dinyatakan sah, menambah beban mental pemain. “Kami akan mengirimkan surat protes resmi melalui jalur yang tepat,” pungkasnya.
Namun, di balik kekecewaan itu, pelatih tetap memuji semangat juang anak asuhnya. Eliano Reijnders, bek kiri Persib, mengakui tim tidak memulai laga dengan baik namun berhasil bangkit hingga akhir. “Kami tidak pernah berhenti berjuang,” katanya.
Ke depan, Persib akan menghadapi Arema FC pada 24 April. Pertandingan itu diprediksi menjadi ujian penting bagi tim untuk memperbaiki kekurangan defensif dan meningkatkan efektivitas serangan. Bojan Hodak menekankan bahwa perbaikan harus dimulai dari latihan rutin, terutama dalam hal konsentrasi dan koordinasi di lini pertahanan.
Jika Persib dapat mengatasi kesalahan elementer ini, peluang mereka untuk merebut gelar juara Super League semakin besar. Namun, bila celah-celah tersebut tetap ada, posisi puncak klasemen dapat terancam oleh Borneo FC yang terus menempel ketat di peringkat kedua.