Berita Pilihan

Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer Mundur di Tengah Skandal Etika, Kabinet Trump Bergolak

admin ·
Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer Mundur di Tengah Skandal Etika, Kabinet Trump Bergolak

Berita Pilihan 22 April 2026 – Washington DC – Pada Senin 20 April 2026, Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Lori Chavez-DeRemer resmi mengundurkan diri setelah serangkaian penyelidikan etika menjeratnya. Pengunduran diri ini diumumkan oleh Gedung Putih lewat juru bicara Steven Cheung, yang menambahkan bahwa Chavez-DeRemer akan melanjutkan kariernya di sektor swasta. Keputusan tersebut menandai keluarannya sebagai menteri ketiga perempuan dalam kabinet Presiden Donald Trump yang mengundurkan diri dalam dua bulan terakhir, menyusul Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi.

Penunjukan awal Chavez-DeRemer pada tahun 2025 mendapat sorotan karena latar belakangnya sebagai mantan anggota DPR dari Oregon dan keterkaitannya dengan serikat pekerja International Brotherhood of Teamsters. Selama masa jabatan singkatnya, ia menekankan agenda modernisasi peraturan ketenagakerjaan, memperluas jalur pelatihan non‑gelar, serta menurunkan biaya obat resep bagi pekerja. Namun, pencapaian tersebut kini terbenam di balik tuduhan pelanggaran etika, termasuk dugaan hubungan asmara dengan anggota tim keamanan, penyalahgunaan anggaran untuk keperluan pribadi, serta penyerahan minuman beralkohol di kantor selama jam kerja.

Baca juga:

Inspektur Jenderal Departemen Tenaga Kerja (DOL) telah menyelesaikan sebagian besar penyelidikan. Laporan yang dirilis pada akhir Maret 2026 menyebutkan bahwa Chavez-DeRemer dan beberapa asistennya diduga mengirim pesan teks pribadi kepada staf muda, meminta mereka mengantarkan wine selama perjalanan dinas. Selain itu, suami Chavez-DeRemer, Shawn DeRemer, seorang ahli anestesi, dilaporkan dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua staf wanita, meski pengacaranya menolak semua tuduhan. Pihak kepolisian belum mengajukan tuntutan, namun penyelidikan tetap berlanjut.

Penggantinya, Keith Sonderling, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Tenaga Kerja. Sonderling diperkirakan akan memfokuskan kembali kebijakan DOL pada upaya menyeimbangkan kepentingan pekerja dan bisnis, serta menindaklanjuti beberapa inisiatif penting yang telah dimulai oleh Chavez-DeRemer, antara lain:

Baca juga:
  • Meningkatkan program pelatihan berbasis AI untuk pekerja industri manufaktur.
  • Menurunkan harga obat resep melalui negosiasi harga federal.
  • Mengembangkan jaminan pensiun universal bagi pekerja kontrak.
  • Memperluas akses pendidikan vokasional di luar jalur kuliah tradisional.

Reaksi politik pun beragam. Senator Republik John Kennedy (Louisiana) memuji keputusan Chavez-DeRemer untuk mengundurkan diri, menyatakan bahwa “keputusan ini menunjukkan kebijaksanaan dan menjaga integritas departemen.” Sementara pihak oposisi menyoroti perlunya reformasi struktural dalam cara pemerintah mengawasi perilaku pejabat tinggi, mengingat tiga pengunduran diri dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan tentang budaya kerja di Gedung Putih.

Meski meninggalkan jabatan publik, Chavez-DeRemer menegaskan komitmennya terhadap pekerja Amerika melalui pernyataan di platform X. Ia menyatakan bahwa “meskipun masa bakti saya berakhir, saya tidak akan berhenti memperjuangkan hak-hak pekerja AS.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ia akan tetap aktif dalam advokasi tenaga kerja, meski kini berada di sektor swasta.

Baca juga:

Pengunduran diri ini menambah daftar pergantian pejabat tinggi yang menandai dinamika internal pemerintahan Trump pada masa kedua kepemimpinannya. Dengan tiga menteri perempuan keluar dalam rentang waktu singkat, para pengamat politik memperkirakan kemungkinan restrukturisasi lebih lanjut dalam kabinet, serta tekanan meningkat untuk menegakkan standar etika yang lebih ketat di antara pejabat federal.