Berita Pilihan

Rangkaian Perayaan 1 Muharram 1448 di Seluruh Nusantara: MTQ Aceh, Dzikir Akbar Sigi, dan Tausyiah Militer Mempawah

admin ·
Rangkaian Perayaan 1 Muharram 1448 di Seluruh Nusantara: MTQ Aceh, Dzikir Akbar Sigi, dan Tausyiah Militer Mempawah

Berita Pilihan 19 Juni 2026 – Indonesia menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 dengan serangkaian kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, serta institusi militer di berbagai provinsi. Dari Aceh Utara hingga Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Barat, perayaan ini tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga ajang memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Kemasjidan Al-Hikmah Teuku Bintang menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) IV pada 19–23 Juni 2026. Acara yang berlangsung setelah shalat Isya setiap malam ini menampilkan peserta dari gampong Paya Teungoh dan Paya Leupah. Lomba mencakup Tilawatil Qur’an tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, serta kompetisi Azan, Hafizul Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, dan Tartil Qur’an. Panitia menekankan tujuan meningkatkan kecintaan terhadap Al‑Qur’an serta membina generasi muda yang berkarakter religius.

Baca juga:

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar Hafid memimpin Dzikir Akbar pada 18 Juni 2026 di Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) Likuefaksi, Desa Lolu. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke‑18 Kabupaten Sigi. Dalam suasana khidmat, doa bersama dipimpin tokoh agama dan dihadiri Bupati Sigi, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah. Gubernur menekankan pentingnya zikir sebagai sumber ketenangan dalam menghadapi ujian hidup, khususnya setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Doa bersama ditujukan untuk keselamatan, kedamaian, dan pemulihan pascagempa.

Di Kalimantan Barat, Kodim 1201/Mempawah mengadakan peringatan 1 Muharram 1448 di Masjid Al‑Qodim Asrama Soeharto, Mempawah Hilir. Komandan Kodim Letkol Czi Ali Isnaini menyampaikan tausyiah yang menekankan hijrah spiritual—perubahan hati dan perilaku menuju kebaikan—sebagai inti peringatan tahun baru Islam. Tema acara, “Jadikan Semangat Muharram untuk Perubahan yang Lebih Baik, Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat,” mengajak prajurit TNI dan anggota Persit untuk meningkatkan profesionalisme serta pengabdian kepada bangsa.

Baca juga:

Khutbah Jumat pada 19 Juni 2026 juga menyoroti keutamaan 1 Muharram 1448. Ustadz Miranti menekankan bahwa bulan Muharram termasuk dalam empat bulan haram, di mana amal baik dilipatgandakan pahalanya. Khutbah mengajak jamaah melakukan hijrah spiritual, meneladani Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekah ke Madinah demi menegakkan agama. Pesan utama adalah memperbaharui komitmen kepada Allah, membersihkan hati, dan meninggalkan kebiasaan buruk.

Berbagai kegiatan ini menunjukkan bagaimana 1 Muharram 1448 dijadikan platform untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan. MTQ di Aceh menumbuhkan kecintaan pada Al‑Qur’an di kalangan pelajar, Dzikir Akbar di Sigi menjadi simbol solidaritas pascabencana, dan tausyiah militer di Mempawah mengintegrasikan semangat militer dengan nilai spiritual. Kesamaan tujuan—meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta memotivasi perubahan positif—menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh wilayah.

Baca juga:

Dengan beragam program edukatif, keagamaan, dan sosial, perayaan 1 Muharram 1448 di Indonesia tidak hanya menandai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga memicu momentum hijrah spiritual dan kebersamaan nasional. Semua pihak, mulai dari lembaga keagamaan, pemerintah daerah, hingga institusi militer, berperan aktif dalam menyebarkan pesan damai, harapan, dan semangat perubahan menuju masa depan yang lebih baik.