Berita Pilihan

Prajogo Pangestu & MSCI: Rebalancing yang Mempengaruhi Kekayaan dan IHSG

admin ·
Prajogo Pangestu & MSCI: Rebalancing yang Mempengaruhi Kekayaan dan IHSG

Berita Pilihan 15 Mei 2026 – Pengumuman rebalancing indeks MSCI pada 12 Mei 2026 berdampak signifikan pada kekayaan Prajogo Pangestu dan performa IHSG. Prajogo Pangestu, orang terkaya di Indonesia, mengalami penurunan kekayaan sebesar USD 1,8 miliar atau setara Rp 31,49 triliun dalam sehari. Hal ini terjadi karena tiga saham miliknya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Rebalancing MSCI ini juga mempengaruhi performa IHSG, yang ditutup di zona merah pada 13 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,5 persen ke level 6.723. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 4,68 persen menjadi Rp 11.825 triliun.

Baca juga:

Rebalancing MSCI adalah proses peninjauan indeks global yang dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa indeks tersebut tetap mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Proses ini dapat mempengaruhi kekayaan para miliarder dan performa IHSG, karena perubahan dalam komposisi indeks dapat mempengaruhi harga saham dan minat investor.

Baca juga:

Prajogo Pangestu bukanlah satu-satunya miliarder yang terkena dampak rebalancing MSCI. Masayoshi Son, CEO SoftBank, juga kehilangan kekayaan sebesar USD 2,45 miliar. Sementara itu, Zhong Shanshan, founder air kemasan asal China, kehilangan kekayaan sebesar USD 1,8 miliar.

Baca juga:

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa rebalancing MSCI adalah proses yang biasa dan diperlukan untuk menjaga akurasi indeks. Namun, dampaknya terhadap kekayaan para miliarder dan performa IHSG dapat signifikan, sehingga perlu dipantau dan dianalisis dengan cermat.