PSM Makassar Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Bhayangkara FC, Juku Eja Jauhkan Zona Merah
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – PSM Makassar berhasil mengatasi tekanan Bhayangkara FC dengan skor tipis 2-1 pada laga lanjutan BRI Super League pekan ke-31 yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5/2026). Pertandingan yang menampilkan aksi menegangkan ini menjadi titik balik penting bagi Pasukan Ramang, yang selama beberapa pekan terakhir berada di ambang zona degradasi.
Gol pertama muncul pada menit kedua injury time babak pertama melalui aksi seorang bek asal Montenegro, Dusan Lagator, yang mengeksekusi tendangan keras setelah memanfaatkan umpan pendek dari lini tengah. Lagator, yang berusia 32 tahun, menambah daftar golnya setelah mencetak gol penentu melawan PSIM Yogyakarta pada pekan sebelumnya. Dua menit kemudian, Bhayangkara FC membalas melalui striker asal Pantai Gading, Henri Doumbia, yang menembus kotak penalti dan mengeksekusi finishing yang rapi, mencatatkan gol keenamnya di musim ini.
Babak kedua menjadi ajang pembuktian bagi pelatih Juku Eja. Pada menit ke-73, PSM Makassar kembali unggul berkat gol tunggal Luka Cumic. Penyerang muda ini menerima umpan lambung, melewati bek lawan, dan melepaskan tembakan keras yang tak terjangkau kiper Bhayangkara, Hilmansyah. Skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit akhir, memastikan kemenangan pertama Bhayangkara FC atas PSM Makassar dalam sembilan pertemuan terakhir.
Keberhasilan ini mengangkat PSM Makassar ke posisi ke-13 klasemen sementara dengan total 34 poin dari 31 laga, meningkatkan jarak aman dari zona merah menjadi tujuh poin dari Persis Solo, yang menempati slot terburuk dengan 27 poin. Di sisi lain, Bhayangkara FC tetap berada di peringkat ketujuh dengan 47 poin, namun kehilangan momentum penting dalam perebutan empat besar.
Susunan pemain yang diturunkan pada laga ini menjadi sorotan. PSM Makassar menurunkan formasi 4-3-3 dengan kiper Hilmansyah, bek Mufli Hidayat, Aloisio, Lagator, Victor Luiz, serta lini tengah yang diisi Resky Fandi, Roberto, dan Boboev. Ananda Raehan, Rizky Eka Pratama, dan Alex Tanque menjadi pilihan di lini depan, dengan perubahan pada menit ke-72 ketika Akbar Tanjung masuk menggantikan Resky Fandi. Bhayangkara FC menurunkan formasi serupa dengan kiper Aqil Savik, bek Sadiki, Moises, Damjanovic, Fauzi, serta gelandang Yamamoto dan TM Ichsan. Penyerang Henri Doumbia, Privat Mbarga, dan Ginanjar Ramadhani menjadi ujung tombak serangan.
Selain aksi di lapangan, pertandingan ini juga disiarkan secara live streaming melalui platform Vidio, memungkinkan penggemar menonton tanpa harus hadir di stadion yang kali ini kosong penonton akibat pembatasan kebijakan keamanan. Jadwal kick‑off dimulai pukul 15.30 WIB, dan siaran langsung dapat diakses melalui tautan resmi Vidio.
Secara taktik, Juku Eja menekankan pentingnya pertahanan solid pada fase pertama, yang terbukti ketika tim mampu menahan tekanan Bhayangkara FC meski berada di zona merah. Pergantian pemain pada babak kedua, terutama masuknya Luka Cumic, memberikan dorongan offensif yang dibutuhkan. Di sisi lain, pelatih Paul Munster dari Bhayangkara FC menyatakan kekecewaannya atas kekalahan, mengingat timnya sempat mendominasi penguasaan bola namun gagal memanfaatkan peluang.
Keberhasilan ini memberi harapan baru bagi PSM Makassar untuk mengamankan posisi menengah atas sebelum fase playoff. Tim kini menatap laga berikutnya melawan lawan yang masih belum terkonfirmasi, namun target utama tetap menghindari zona degradasi dan berupaya meraih poin maksimal pada sisa musim.
Dengan hasil ini, PSM Makassar menunjukkan bahwa meski berada di zona merah pada awal pekan, tekad dan strategi yang tepat dapat mengubah nasib tim. Penampilan Lagator dan Cumic menjadi sorotan utama, sementara dukungan taktis Juku Eja terbukti efektif dalam menahan serangan lawan dan menciptakan peluang krusial.