Cuaca Makkah 43°C: Panas Terik, Jemaah Haji Diminta Waspada Dehidrasi
Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Makkah, Arab Saudi – Pada hari Minggu, 3 Mei 2026, suhu di Tanah Suci diperkirakan mencapai puncak 43°C pada siang hari. Data Early Warning System (EWS) Kementerian Haji dan Umrah yang mengacu pada AccuWeather menunjukkan fluktuasi suhu yang signifikan sejak pagi hingga malam. Kondisi ini menimbulkan tantangan kesehatan bagi ribuan jemaah haji Indonesia yang tengah menunaikan ibadah di kota suci.
Suhu pagi tercatat sekitar 26°C, kemudian naik drastis pada siang hingga mencapai 43°C. Menjelang sore, suhu menurun sedikit menjadi 39°C sebelum stabil pada malam hari di kisaran 34°C. Kelembaban rata‑rata hanya 17 persen, menandakan udara sangat kering dan meningkatkan risiko dehidrasi. Kecepatan angin relatif lemah, hanya sekitar 10 kilometer per jam, sehingga tidak cukup membantu menurunkan temperatur permukaan.
| Waktu | Suhu (°C) | Kelembaban (%) | Kecepatan Angin (km/h) |
|---|---|---|---|
| Pagi | 26 | 17 | 10 |
| Siang | 43 | 17 | 10 |
| Sore | 39 | 17 | 10 |
| Malam | 34 | 17 | 10 |
Kondisi panas ekstrem ini memicu Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan sejumlah imbauan khusus bagi jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit kronis. Berikut poin‑poin utama yang disarankan untuk diikuti selama hari Jumat pertama di Makkah:
- Hindari aktivitas berat pada jam terpanas, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00.
- Gunakan pelindung seperti topi bertepi lebar, payung, atau masker pelindung untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
- Minum air putih atau air zamzam setidaknya 200 mililiter per jam, tanpa menunggu rasa haus. Air dapat dicampur dengan oralit untuk mempercepat rehidrasi.
- Semprotkan air ke kulit secara berkala dan gunakan pelembap khusus untuk menjaga kelembapan kulit.
- Bagi jemaah lansia atau yang memiliki komorbid, disarankan melaksanakan salat dan ibadah lainnya di dalam hotel atau tempat yang berpendingin.
Selain langkah‑langkah di atas, Kemenhaj menekankan pentingnya pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Selama minggu ini, layanan rawat jalan telah melayani 6.823 jemaah, dengan 117 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 ke rumah sakit setempat. Sebanyak tujuh jemaah dilaporkan meninggal, mayoritas akibat serangan jantung dan pneumonia, menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra pada suhu ekstrem.
Jemaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah diperkirakan akan mulai memasuki Makkah dalam beberapa hari ke depan. Jadwal kedatangan diproyeksikan mencakup 14 kloter dengan total sekitar 5.519 calon haji pada hari ini. Kepadatan arus manusia menambah tantangan logistik, sehingga koordinasi antar petugas sangat penting untuk menghindari kerumunan pada jalur menuju Masjidil Haram.
Secara umum, tren suhu diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir pekan, dengan prediksi maksimum mendekati 44°C pada hari berikutnya. Kelembaban akan tetap rendah, sehingga risiko dehidrasi tidak berkurang. Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau portal Kemenhaj.
Dengan persiapan yang tepat dan kepatuhan pada anjuran kesehatan, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah dengan aman meski dihadapkan pada cuaca yang menantang.