Glory vs Roar: Risdon Akhiri Karier Gemilang dengan Kemenangan Dramatis di HBF Park
Berita Pilihan 26 April 2026 – Perth Glory menutup kampanye A-League 2025/26 dengan hasil 2-1 atas Brisbane Roar pada laga terakhir yang digelar di HBF Park pada Sabtu malam. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin; ia menjadi panggung perpisahan emosional bagi legenda klub, bek kiri Josh Risdon, yang mengumumkan pensiun setelah lebih dari satu dekade mengabdi pada Glory. Sebagai pemain dengan catatan penampilan terbanyak dalam sejarah A-League klub, Risdon menutup kariernya dengan kemenangan yang mengukir kenangan manis bagi pendukung.
Pelatih baru Perth Glory, Adam Griffiths, yang mengambil alih setelah pemecatan David Zdrilic di awal musim, berhasil menstabilkan tim meski berada di posisi menengah klasemen. Setelah kontrak hingga akhir 2025/26, Griffiths menegaskan keinginannya untuk melanjutkan tugas di musim berikutnya, menyatakan bahwa mentalitas klub sedang berubah ke arah yang lebih kompetitif. Pernyataan itu muncul sesudah Glory berhasil memecah kebuntuan dengan gol penentu dari Sebastian Despotovski pada menit ke-71.
Jalannya pertandingan cukup dramatis. Pada menit keenam, Gabriel Popovic mengeksekusi penalti yang berhasil mengubah skor menjadi 1-0 untuk Glory. Namun, respons cepat Brisbane Roar datang lewat tendangan sudut pada menit ke-67, ketika Matt Sutton, kiper Glory, terbawa bola melintasi garis gawang setelah sebuah kerumunan pemain bersaing di area kotak penalti. Kejadian itu menghasilkan gol balasan bagi Roar yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- 6′ – Gabriel Popovic (penalti) – Glory 1-0
- 30′ – Nicholas Pennington (penalti) – tendangan meleset, tidak mengubah skor
- 67′ – Matt Sutton (kiper) – gol bunuh diri, Roar menyamakan kedudukan
- 71′ – Sebastian Despotovski (setengah voli) – Glory 2-1, gol penentu
Ketika Risdon masuk menggantikan rekan setimnya pada menit ke-75, ia menyaksikan secara langsung serangan Despotovski yang memecah kebuntuan. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Risdon mengungkapkan perasaan campur aduk saat melangkah ke lapangan bersama keluarganya, namun merasa bangga dapat berkontribusi dalam menit-menit akhir. “Tidak ada perasaan yang berbeda ketika masuk ke lapangan, tapi melihat dukungan keluarga membuat momen ini lebih bermakna,” ujarnya.
Di sisi lain, Brisbane Roar berada di posisi sebelas dalam klasemen, menutup musim dengan rekor yang kurang mengesankan. Pelatih Michael Valkanis, yang masih mengontrak untuk musim depan, mengakui bahwa tim sedang mengalami fase sulit dengan hanya satu kemenangan dalam 16 pertandingan terakhir. Ia menyindir situasi tim dengan candaan, menyebut perlunya “pendeta Yunani” untuk mengusir nasib sial yang melanda klub.
Kedua tim tetap berada di posisi yang sama di klasemen setelah hasil ini, dengan Perth Glory menempati peringkat kesepuluh—mengakhiri dua musim berturut-turut menjadi tim terburuk (wooden spoon). Sementara itu, Roar tetap berada di urutan kedua terbawah. Meskipun tidak ada perubahan signifikan pada tabel, kemenangan ini memberikan dorongan moral bagi Glory dan menandai akhir era bagi Risdon yang akan dikenang sebagai sosok ikonik dalam sejarah klub.
Secara statistik, pertandingan tersebut menampilkan total enam tembakan ke gawang, tiga di antaranya berhasil menembus mistar. Penguasaan bola hampir seimbang, dengan Glory menguasai 51% waktu bermain. Kedua tim memperlihatkan semangat juang tinggi meski tidak lagi berpeluang melaju ke babak final.
Dengan sorotan pada keberhasilan Risdon serta tekad Griffiths untuk melanjutkan kepemimpinan, musim ini berakhir dengan catatan positif bagi Perth Glory. Kedepannya, klub diharapkan dapat membangun kembali fondasi kompetitif dan mengincar posisi yang lebih baik pada kampanye berikutnya.