Berita Pilihan

Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Ditinggalkan demi Gasperini

admin ·
Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Ditinggalkan demi Gasperini

Berita Pilihan 25 April 2026 – AS Roma resmi mengumumkan perpisahan dengan dua sosok penting dalam struktur teknis klub, yakni mantan pelatih sekaligus penasihat senior Claudio Ranieri serta direktur olahraga Ricky Massara. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian perselisihan internal yang melibatkan kepala pelatih Gian Piero Gasperini. Klub menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga konsistensi visi jangka panjang yang dipimpin oleh Gasperini.

Pengumuman resmi klub diterbitkan pada Jumat, 24 April 2026, melalui kanal media sosial resmi serta situs resmi AS Roma. Dalam pernyataannya, Roma menyampaikan terima kasih kepada Ranieri atas kontribusinya selama masa transisi yang sulit, serta menghargai peran Massara dalam mengelola kebijakan transfer. Namun, klub menegaskan bahwa hubungan kerja dengan keduanya telah berakhir.

Baca juga:

Konflik Internal AS Roma mulai tampak jelas pada akhir Maret, ketika Gasperini secara terbuka mengkritik kebijakan transfer yang dianggapnya tidak selaras dengan rencana taktik tim. Gasperini menyoroti beberapa keputusan yang melibatkan pemain cedera serta perekrutan yang dianggapnya tidak mendukung sistem permainan yang diusungnya. Ranieri, yang sebelumnya berperan sebagai penasihat senior dan pernah menjabat sebagai pelatih kepala, menanggapi kritik tersebut dengan mempertahankan kebijakan manajemen dan menyatakan bahwa Gasperini telah menyetujui semua langkah tersebut pada awal penunjukan.

Ketegangan semakin memuncak ketika Massara, yang memegang kendali atas urusan transfer, mengeluarkan pernyataan yang menyinggung pendekatan medis tim. Gasperini menuduh manajemen tidak memberikan dukungan yang memadai bagi pemain yang mengalami cedera, sementara Massara menegaskan bahwa keputusan medis berada di luar wewenangnya. Pertukaran kata-kata tersebut beredar luas di media sosial, memperlihatkan pecahnya kepercayaan antara kedua belah pihak.

Manajemen Roma, dipimpin oleh pemilik klub dan dewan direksi, kemudian mengadakan pertemuan darurat untuk menilai situasi. Setelah menimbang dampak jangka pendek dan panjang, mereka memutuskan untuk memberikan dukungan penuh kepada Gasperini, yang telah menunjukkan hasil positif pada babak kedua musim ini. Tim berada pada posisi keenam klasemen Serie A dengan lima pertandingan tersisa, dan masih berjarak lima poin dari zona Liga Champions.

Baca juga:

Berikut rangkuman kronologis utama konflik tersebut:

  • 24 Maret 2026 – Gasperini mengkritik kebijakan transfer dalam konferensi pers internal.
  • 27 Maret 2026 – Ranieri membalas kritik dengan menegaskan persetujuan Gasperini terhadap semua perekrutan.
  • 30 Maret 2026 – Massara menanggapi tuduhan Gasperini mengenai penanganan cedera pemain.
  • 3 April 2026 – Media sosial memperlihatkan pertukaran kata tajam antara Gasperini, Ranieri, dan Massara.
  • 20 April 2026 – Manajemen Roma mengadakan rapat krisis, memutuskan prioritas pada visi Gasperini.
  • 24 April 2026 – Pengumuman resmi pemutusan hubungan kerja Ranieri dan Massara.

Keputusan ini juga membuka peluang bagi legenda klub, Francesco Totti, untuk kembali ke Stadio Olimpico dalam peran non‑pemain. Beberapa laporan menyebut bahwa Totti telah mengadakan pertemuan pribadi dengan Gasperini pada bulan Maret, membahas kemungkinan kolaborasi di bidang kepelatihan atau manajerial.

Para pengamat sepak bola menilai langkah Roma sebagai langkah berani namun berisiko. Di satu sisi, meneguhkan Gasperini memberi stabilitas taktis dan mengurangi ketegangan internal. Di sisi lain, kehilangan pengalaman Ranieri dan jaringan Massara dapat mempengaruhi strategi transfer di sisa musim.

Baca juga:

Klub menutup pernyataan dengan menegaskan komitmen mereka untuk terus berjuang meraih tempat di Liga Champions serta mempertahankan identitas klub yang kuat. “Arah kami jelas, dengan kepemimpinan yang solid dan visi terdefinisi,” bunyi kutipan resmi Roma. Dengan fokus pada proyek jangka panjang Gasperini, AS Roma berharap dapat mengubah dinamika internal menjadi performa kompetitif yang lebih konsisten.