Berita Pilihan

Harga LPG Naik Lagi: Dampak pada Pasar Energi Asia dan Politik Regional

admin ·
Harga LPG Naik Lagi: Dampak pada Pasar Energi Asia dan Politik Regional

Berita Pilihan 07 Juni 2026 – Harga minyak dunia turun pada Jumat lalu, menurunkan Brent menjadi $93,09 per barel dan WTI $90,54, seiring harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Penurunan ini memberikan sedikit napas bagi pasar energi Asia, namun ketidakpastian masih menggelayuti perdagangan, terutama di Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima produksi minyak global.

Di sisi lain, harga LNG spot di Asia mengalami kenaikan minggu ini. Harga rata‑rata untuk pengiriman Juli ke Asia Timur Laut naik menjadi $18,80 per mmBtu, dipicu oleh permintaan kuat dari China dan India serta gangguan pasokan akibat aksi industri di Australia. Inventaris China masih di bawah rata‑rata musiman, sementara Jepang memiliki stok melimpah dan Korea Selatan mengandalkan pembangkit nuklir serta batu bara, menahan lonjakan permintaan lebih lanjut.

Baca juga:

Di Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemilihan negeri Johor menjadi ajang menolak politik kebencian. Dalam unggahan Facebook pada 7 Juni, Anwar menekankan bahwa rakyat menginginkan pemimpin yang fokus pada penciptaan lapangan kerja, perumahan terjangkau, pendidikan berkualitas, dan masa depan yang aman, bukan yang mengandalkan sentimen rasial atau agama. Ia menyoroti persatuan tiga kelompok etnis utama—Melayu, Tionghoa, dan India—sebagai harapan membangun negara yang lebih adil dan progresif.

Sementara itu, di India, harga LPG naik lagi sebesar Rp 29 per tabung 14,2 kg, menjadi Rp 942 di Delhi. Pemerintah menegaskan bahwa meskipun harga naik, rumah tangga masih membayar di antara yang terendah di dunia berkat subsidi Ujjwala yang memberikan potongan Rp 300 per tabung untuk empat pengisian pertama tiap tahun. Biaya suplai aktual kini melampaui Rp 1.600 per tabung, namun beban penuh tidak ditanggung konsumen.

Baca juga:

Kementerian Energi menambahkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga internasional LPG setelah gangguan di Barat Asia dan Selat Hormuz. Benchmark Saudi naik dari US$542,5 per ton pada Februari menjadi US$790 pada Juni, menandakan kenaikan 46 % dan menambah tekanan pada importir India yang mengandalkan sekitar 60 % kebutuhan LPG dari luar negeri.

  • Brent: $93,09/barel
  • WTI: $90,54/barel
  • LNG Asia (Juli): $18,80/mmBtu
  • Harga LPG India: Rp 942/tabung
  • Subsidi Ujjwala: Rp 300/tabung

Secara keseluruhan, penurunan harga minyak mentah memberi sinyal positif bagi ekonomi Asia, namun ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga LPG tetap menjadi tantangan. Kebijakan pemerintah India yang melindungi konsumen dari beban penuh serta upaya politik inklusif Anwar di Malaysia menunjukkan bahwa stabilitas sosial dan ekonomi saling terkait dalam menghadapi dinamika pasar energi global.

Baca juga:

Dengan harga LPG tetap menjadi sorotan utama, konsumen di Asia harus terus memantau kebijakan subsidi, fluktuasi pasar internasional, dan langkah diplomatik yang dapat memengaruhi pasokan energi di masa mendatang.