Berita Pilihan

Harga Dolar Terus Meroket, Dampak Besar pada Mobil, Servis AC, dan Kerajinan di Seluruh Indonesia

admin ·
Harga Dolar Terus Meroket, Dampak Besar pada Mobil, Servis AC, dan Kerajinan di Seluruh Indonesia

Berita Pilihan 06 Juni 2026 – Nilai tukar dolar AS terus menguat, menembus batas Rp18.000 per dolar, memicu gelombang kenaikan biaya di berbagai sektor. Dari dealer otomotif terbesar, Auto2000, hingga bengkel servis AC di Nganjuk, perajin tembaga di Boyolali, dan produsen tempe di Jakarta Utara, semua merasakan tekanan berat akibat naiknya harga dolar.

Auto2000 mengonfirmasi potensi penyesuaian harga jual mobil Toyota dan suku cadang seiring pelemahan rupiah. CEO Anton Jimmy menjelaskan bahwa strategi penentuan harga sangat bergantung pada situasi pasar dan daya beli masyarakat. “Pricing kami menyesuaikan lagi dengan lapangan dan market,” ujarnya. Kenaikan biaya produksi dipicu tidak hanya oleh nilai tukar, tetapi juga oleh kenaikan harga bahan baku global seperti plastik dan komponen elektronik.

Baca juga:

Di Nganjuk, pemilik bengkel servis AC, Prayitno, melaporkan bahwa tarif servis AC naik signifikan. Harga freon impor yang dulu Rp1,4 juta per unit kini melambung hingga Rp3 juta. Biaya jasa pengisian freon naik dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu, sementara komponen sparepart AC juga mengalami kenaikan 30-40 persen.

Perajin tembaga di Tumang, Boyolali, yang dipimpin Mimi Sri Ningsih, menghadapi kenaikan harga bahan baku tembaga hingga 45 persen. Harga tembaga per kilogram melonjak dari Rp190 ribu menjadi sekitar Rp320 ribu. Akibatnya, harga jual kerajinan tembaga pun naik, namun konsumen menolak kenaikan tersebut, memaksa perajin menurunkan margin keuntungan.

Para perajin tempe di Sunter, Jakarta Utara, juga tertekan. Kedelai impor, komoditas utama dalam pembuatan tempe, mengalami lonjakan harga dari Rp800 ribu per kuintal menjadi lebih dari Rp1,2 juta. Selain itu, harga plastik pembungkus tempe naik dari Rp16 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu. Untuk menjaga harga jual tempe tetap terjangkau, banyak produsen mengurangi ukuran porsi, meski omzet harian mereka hanya mencapai Rp300-400 ribu.

Baca juga:

Berikut rangkuman dampak utama harga dolar pada sektor-sektor penting:

  • Otomotif: Potensi kenaikan harga mobil baru dan suku cadang di Auto2000; rekomendasi pembelian sebelum penyesuaian harga.
  • Servis AC: Harga freon impor naik tajam; tarif servis naik Rp50 ribu.
  • Kerajinan tembaga: Harga bahan baku naik 45%; harga jual kerajinan naik, mengurangi daya beli konsumen.
  • Industri tempe: Harga kedelai impor naik 50%; biaya plastik pembungkus tiga kali lipat; ukuran produk diperkecil.

Sejarah mencatat bahwa setiap kali harga dolar menguat, inflasi biaya produksi di Indonesia ikut meningkat. Data riwayat nilai tukar menunjukkan bahwa pada tahun 2026, nilai tukar mencapai rekor tertinggi sekitar Rp18.038 per dolar, menandai titik terendah rupiah sejak krisis moneter 1998.

Para pelaku usaha menyarankan konsumen untuk memanfaatkan jendela harga saat ini sebelum penyesuaian lebih lanjut. Anton Jimmy menambahkan, “Mumpung harga belum maksimal, ini kesempatan baik untuk beli mobil atau servis rutin.” Sementara perajin tempe menahan harga jual untuk menghindari beban tambahan pada konsumen.

Baca juga:

Dengan harga dolar yang terus naik, tekanan pada biaya produksi dan konsumsi diperkirakan akan berlanjut. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah kebijakan moneter yang menstabilkan nilai tukar, sementara pelaku usaha harus menyesuaikan strategi harga secara fleksibel untuk menjaga kelangsungan bisnis dan kesejahteraan konsumen.