Yokohama F. Marinos Gapai Kesuksesan di Asia, Sementara Pemain Thailand dan Indonesia Menorehkan Jejak di J.League dan Liga Thailand
Berita Pilihan 03 Juni 2026 – Yokohama F. Marinos kembali menjadi sorotan utama sepak bola Asia setelah menorehkan kemenangan tipis 2-1 melawan Shandong Taishan pada perempat final Liga Champions Asia. Di bawah asuhan pelatih asal Australia, Harry Kewell, tim asal Yokohama ini menunjukkan kualitas taktik yang fleksibel serta daya juang tinggi, menegaskan posisinya sebagai salah satu klub paling kompetitif di kawasan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi pemain asing yang pernah memperkuat skuad. Salah satu contoh paling menonjol adalah bek kiri asal Thailand, Theerathon Bunmathan, yang pada musim 2019 bersama Marinos berhasil mengangkat gelar J1 League. Theerathon awalnya bergabung dengan status pinjaman dari Muangthong United, namun performanya yang konsisten membuat klub memutuskan mempermanenkan kontraknya pada Desember 2023. Ia mengaku, pengalaman bermain di Jepang mengasah mentalitasnya, menuntut adaptasi budaya, iklim, dan gaya permainan yang berbeda.
Menurut Theerathon, pemain Thailand dapat meniru jejaknya asalkan siap menghadapi tantangan berat. “Teknik saja tidak cukup; pemain harus memiliki ketahanan mental dan kesiapan beradaptasi dengan kecepatan J.League,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa proses adaptasi biasanya memakan waktu dua hingga tiga bulan, dimulai dari mengamati pertandingan dari tribun tinggi hingga memahami penempatan posisi yang tepat.
Sementara itu, nama lain yang kembali terhubung dengan Marinos adalah Sandy Walsh, bek kanan asal Indonesia yang sebelumnya berkarier di klub Jerman sebelum pindah ke Asia. Pada jendela transfer awal musim 2025/2026, Walsh resmi meninggalkan Yokohama F. Marinos dan menandatangani kontrak tiga tahun dengan Buriram United, klub raksasa Thailand. Meskipun hanya menghabiskan satu musim singkat di Jepang, kehadirannya di Marinos memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi pemain Indonesia.
Di Buriram United, Sandy Walsh langsung memberikan dampak signifikan. Ia membantu tim meraih treble—Liga Thailand 2025/2026, ASEAN Club Championship 2025/2026, dan Piala FA Thailand 2025/2026. Selama musim tersebut, Walsh tampil dalam 20 pertandingan liga, mencetak dua gol dan memberikan dua assist, menunjukkan kontribusi ofensif yang jarang ditemui dari bek kanan. Keberhasilannya menegaskan bahwa pemain yang pernah berlatih di J.League dapat beradaptasi dan bersinar di kompetisi lain di Asia Tenggara.
Keberhasilan Marinos, Theerathon, dan Walsh mencerminkan tren positif pergerakan pemain Asia Tenggara ke liga Jepang, serta dampak baliknya ketika mereka kembali ke liga domestik masing-masing. Berikut rangkuman prestasi utama dalam beberapa tahun terakhir:
- 2019: Yokohama F. Marinos menjuarai J1 League dengan kontribusi Theerathon Bunmathan.
- 2023: Theerathon resmi menjadi pemain permanen Marinos setelah masa pinjaman.
- 2024: Marinos mengalahkan Shandong Taishan 2-1 di perempat final Liga Champions Asia.
- 2025/2026: Sandy Walsh bergabung dengan Buriram United, membantu klub meraih treble.
Selain prestasi tim, perkembangan infrastruktur dan profesionalisme di J.League menjadi magnet bagi talenta Asia. Pemain Thailand dan Indonesia kini melihat Jepang sebagai jalur utama untuk meningkatkan kualitas teknis dan taktis mereka, sekaligus membuka peluang karier di pasar global.
Dengan performa konsisten di kompetisi domestik dan internasional, Yokohama F. Marinos diprediksi akan terus menjadi batu loncatan bagi pemain-pemain berbakat dari wilayah ASEAN. Sementara itu, keberhasilan Theerathon dan Sandy Walsh memberikan contoh konkret bahwa pengalaman di liga Jepang dapat mempercepat pertumbuhan karier di level regional.
Ke depan, harapan besar tertuju pada generasi muda yang akan menapaki jejak para pendahulu. Jika mereka mampu menyeimbangkan teknik, mentalitas, dan adaptasi budaya, nama-nama mereka mungkin akan menghiasi daftar pemain sukses di J.League dan kompetisi Asia lainnya.