Berita Pilihan

Skrining Kanker Payudara Gratis untuk 50 Ribu Wanita: RS Siloam Dorong Deteksi Dini dan Perawatan Kanker Lain

admin ·
Skrining Kanker Payudara Gratis untuk 50 Ribu Wanita: RS Siloam Dorong Deteksi Dini dan Perawatan Kanker Lain

Berita Pilihan 27 Mei 2026 – RS Siloam kembali meluncurkan program SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker 2024) yang menargetkan skrining kanker payudara gratis bagi 50 ribu wanita di seluruh Indonesia. Program ini sejalan dengan tema Hari Kanker Sedunia 2024 “Close the Care Gap” dan menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup.

Menurut dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD‑KHOM, prevalensi kanker payudara masih tinggi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 70 % pasien baru terdiagnosis pada stadium 3, padahal tingkat kelangsungan hidup 5 tahun dapat mencapai 90‑95 % bila kanker terdeteksi pada stadium 1. Statistik ini menggarisbawahi kebutuhan akan pemeriksaan rutin, baik secara mandiri maupun medis.

Baca juga:
  • Stadium 1: 90‑95 % kelangsungan hidup 5 tahun
  • Stadium 2: 70‑75 % kelangsungan hidup 5 tahun
  • Stadium 3‑4: 10‑25 % kelangsungan hidup 5 tahun

Program skrining RS Siloam menawarkan pemeriksaan mamografi serta edukasi tentang teknik pemeriksaan payudara mandiri. Selain itu, layanan ini diberikan tanpa biaya bagi peserta yang memenuhi kriteria, mengurangi hambatan finansial yang sering menjadi penyebab rendahnya partisipasi.

Di sisi lain, kanker serviks tetap menjadi ancaman signifikan bagi perempuan Indonesia. Dr. Astrid Fransisca Padang, Sp.OG, menekankan bahwa deteksi dini harus dilakukan sepanjang hidup, termasuk pada usia lanjut. Pemeriksaan tahunan menggunakan tes HPV atau pap smear dapat mengidentifikasi perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker invasif.

Baca juga:

Beberapa faktor yang menghambat skrining meliputi kurangnya kesadaran, rasa takut, serta keterbatasan tenaga medis. Upaya kolaboratif antara rumah sakit, pemerintah, dan organisasi non‑profit diperlukan untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan.

Sementara itu, di panggung internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem. Pemeriksaan tersebut terkait dengan riwayat kanker prostat yang didiagnosis pada 2025 dan telah menjalani terapi radiasi. Kasus ini menambah sorotan global tentang pentingnya pemantauan rutin bagi semua jenis kanker, tak terkecuali pada tokoh publik.

Baca juga:

Penelitian terbaru juga mengeksplorasi terapi alternatif. Beberapa ilmuwan melaporkan bahwa racun lebah mengandung senyawa melittin yang dapat memicu apoptosis pada sel kanker dalam uji laboratorium. Meskipun masih dalam tahap pra‑klinis, temuan ini membuka peluang pengembangan obat anti‑kanker berbasis venombel.

Keseluruhan, upaya pencegahan dan deteksi dini kanker harus bersifat multidimensi: program skrining massal seperti yang digelar RS Siloam, edukasi berkelanjutan tentang kanker serviks, serta perhatian terhadap kesehatan tokoh publik yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat. Dengan meningkatkan akses, menurunkan stigma, dan mendukung riset inovatif, harapan untuk menurunkan angka mortalitas kanker di Indonesia semakin nyata.