Berita Pilihan

Suryopratomo Gagas Mitigasi Risiko Geopolitik, Lo Kheng Hong Tetap Tunjukkan Kinerja Solid di Gajah Tunggal

admin ·
Suryopratomo Gagas Mitigasi Risiko Geopolitik, Lo Kheng Hong Tetap Tunjukkan Kinerja Solid di Gajah Tunggal

Berita Pilihan 24 Mei 2026 – Jakarta, 23 Mei 2026 – Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang digelar pada Jumat (22/5/2026), Suryopratomo resmi dilantik sebagai Presiden Direktur baru perusahaan ban terkemuka ini. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya strategi mitigasi risiko geopolitik dan geoekonomi yang kini menjadi tantangan utama bagi industri manufaktur di Indonesia.

Suryopratomo, lulusan Fakultas Peternakan IPB (1983) dan mantan wartawan senior Kompas, membawa pengalaman luas di media, diplomasi, serta kepemimpinan korporat. Sebelumnya ia menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Singapura (2020‑2025) serta memegang posisi Komisaris di Metro TV. Kini, bersama tim manajemen GJTL, ia bertekad melanjutkan rencana jangka panjang perusahaan sambil menavigasi dinamika geopolitik yang memengaruhi rantai pasok bahan baku dan pasar ekspor.

Baca juga:

Dalam konteks geopolitik, GJTL menghadapi tekanan dari fluktuasi tarif perdagangan, kebijakan proteksionis, serta ketegangan regional yang dapat mengganggu aliran karet alam dan bahan baku sintetis. Suryopratomo mengungkapkan bahwa perusahaan akan memperkuat diversifikasi pemasok, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas jaringan penjualan di pasar non‑tradisional untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah.

Data keuangan kuartal I/2026 menunjukkan bahwa portofolio Lo Kheng Hong, salah satu aset strategis GJTL, mencatat pendapatan Rp4,19 triliun, sedikit turun dari Rp4,40 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih meningkat menjadi Rp381 miliar, naik dari Rp353 miliar, menandakan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan margin meski menghadapi tekanan pasar.

Baca juga:
Item Q1 2025 Q1 2026
Pendapatan Lo Kheng Hong (Rp triliun) 4,40 4,19
Laba Bersih Lo Kheng Hong (Rp miliar) 353 381
Penjualan GJTL (Rp triliun) 18,02 (2024) 17,66 (2025)
Laba Bersih GJTL (Rp triliun) 1,18 (2024) 1,24 (2025)

Selain data keuangan, perubahan struktural di dewan direksi juga menjadi sorotan. Ris Sutarto dan Sugeng Rahardjo diangkat sebagai Komisaris, menggantikan posisi sebelumnya. Sugeng Rahardjo, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia (2014‑2017), kini beralih ke peran komisaris setelah enam tahun memimpin GJTL sebagai Presiden Direktur.

Strategi mitigasi yang diusung Suryopratomo mencakup tiga pilar utama: diversifikasi sumber bahan baku, penguatan kapasitas produksi dalam negeri, dan ekspansi ke pasar ASEAN serta Afrika. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan aliran pendapatan, terutama ketika ketegangan perdagangan internasional memicu volatilitas harga komoditas.

Baca juga:

Para analis menilai bahwa kebijakan pro‑investasi pemerintah Indonesia, termasuk insentif fiskal untuk industri manufaktur, dapat menjadi pendukung penting bagi GJTL. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan strategi geopolitik sangat bergantung pada kecepatan adaptasi teknologi, terutama dalam pengembangan ban ramah lingkungan yang semakin diminati pasar global.

Secara keseluruhan, transisi kepemimpinan di GJTL menandai babak baru bagi perusahaan yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tantangan eksternal. Dengan fokus pada mitigasi risiko geopolitik dan peningkatan profitabilitas Lo Kheng Hong, GJTL berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam industri ban regional.